Pages

Sabtu, 12 Januari 2019

Resep Martabak Bangka







500 gr tepung terigu
700 ml air
2 butir telor utuh
1 kuning telor
2 sachet skm
2 sdm gula pasir
1 sdt munjung garam
1 sachet vanili
1 sdt munjung soda kue
margarin untuk olesan
gula untuk taburan 
 

  1. Masukkan tepung dalam wadah tambahkan air sambil diaduk dengan whisk/ mixer/ garpu
  2. Masukkan telur, aduk terus sambil dimasukkan bahan-bahan lainnya (gula, susu, soda dan garam) kocok sampai semua rata dan tepung juga licin tidak bergerindil dan sedikit berbuih adonannya.
  3. Panaskan teflon/loyang sampai betul-betul panas.
  4. Tutup adonan dengan lap/plastik selama 60 menit.
  5. Ambil adonan disesuaikan dengan besarnya teflon. Beri tambahan soda kira-kira 1/3 sdt atau disesuaikan dengan besarnya teflon/loyang/banyaknya adonan. Aduk rata.
  6. Tuang adonan ke teflon, kecilkan sedikit apinya.
  7. Bila adonan sudah mulai bergelembung-gelembung, kecilkan lagi api agar lapisan kulit bawah tidak gosong.
  8. Taburkan gula.
  9. Tutup dan matikan kompor, biarkan martabak masak dengan sisa panas yang masih tersimpan di teflon/ loyang.
  10. Setelah matang, angkat dan beri isian sesuai selera.
  11. Catatan : setiap mau masak pada loyang berikutnya tambahkan 1/3 sdt soda kue dalam setiap adonan yg akan dimasak.

Resep Tongseng Daging Sapi





250 gr daging sapi, potong sesuai selera
3/4 lembar daun kol, iris kasar
2 buah tomat merah, potong kotak
1 batang daun bawang, rajang halus
500 ml air matang
bumbu halus :
6 buah cabe merah keriting (bisa di skip jika tidak suka pedas)
5 buah cabe rawit merah
4 siung bawang merah
3 siung bawang putih
1 sdt merica
2 cm jahe
3 butir kemiri, sangrai
2 sdm minyak goreng untuk menumis 
bumbu lainnya : 
3 lembar daun jeruk, sobek2
1 batang serai, geprek
1 sdm bubuk kari
1/2 sdt garam
1 sdt gulpas
2 sdm kecap manis
1 sdt kaldu bubuk (optional, bisa di skip kalau tidak suka)
irisan cabe rawit sesuai selera  


  1. Panaskan minyak goreng, masukkan bumbu halus, daun jeruk dan serai. Tumis sampai harum dan berubah warnanya.
  2. Masukkan daging sapi, tumis dan aduk2 sampai daging berubah warna.
  3. Tambahkan air, garam, gula, bumbu kari bubuk dan kaldu bubuk, masak hingga daging empuk dan kuah agak menyusut.
  4. Masukkan kecap manis, aduk rata kembali. Tambahkan daun kol dan cabe rawit iris (jika pakai) kemudian masak sampai daun kol layu dan setengah matang.
  5. Tambahkan daun bawang, aduk2 dan koreksi rasanya.
  6. Masukkan tomat, aduk sebentar kemudian angkat.
  7. Taburi dgn bawang merah goreng. Siap sajikan panas dgn sepiring nasi hangat.

Resep Saos Spaghetti







bawang putih
lada
bawang bombay
saos tomat
2 sdm air
1 sdm maizena
penyedap
gula
sosis 
 
  1. Tumis bawang putih dan lada hingga wangi. Masukkan bawang bombay. Tumis lagi.
  2. Masukkan saos tomat.
  3. Kasih campuran air dan maizena.
  4. Kasih penyedap dan gula.
  5. Terakhir, masukkan sosis.
  6. Tuang ke atas spageti.
  7.  

Rabu, 19 Desember 2018

Resep Tengkleng Kambing


secukupnya tulang-tulang kambing berdaging, potong selera ukuran
1/2 liter santan sedang
4 buah tomat hijau, potong-potong
1 liter air
3 sdm minyak sayur
5 butir bawang merah, iris tipis
3 siung bawang putih, iris tipis
1 lembar daun salam
2 lembar daun jeruk
1 batang serai, memarkan
bumbu yang dihaluskan :
2 butir bawang putih
3 butir bawang merah
3 butir kemiri
2 cm kunyit
1 cm lengkuas
1 cm jahe
1/2 sdt merica butiran
1/2 sdt ketumbar
20 gr gula merah
1 sdt garam
pelengkap :
Bawang merah goreng
sambal kecap rawit


  1. Rebus tulang kambing dengan api kecil hingga dagingnya empuk.
  2. Tumis bawang merah dan bawang putih hingga layu.
  3. Masukkan bumbu halus dan bumbu lainnya. Tumis hingga harum. Angkat.
  4. Tuangkan ke dalam rebusan tulang kambing.
  5. Masak dengan api kecil hingga mendidih
  6. Tuangi santan, tambahkan tomat hijau
  7. Masak, tunggu sampai mendidih dan daging empuk

Resep Kentang Bayam Frittata


telur dadar italia :D

5 telur ayam besar
2 kentang besar
1 ikat bayam atau 1/2 ikat besar bayam
1 buah bawang bombay sedang
4 siung bawang putih
50 ml susu uht full cream
1/2 kotak keju quick mealt
garam
merica
minyak untuk menumis


  1. Rebus kentang utuh dengan kulit sebentar (5-10 menit). Dinginkan. Kupas kulitnya. Iris dadu 1 cm.
  2. Tumis kentang dan bawang bombay hingga sebagian berwarna coklat keemasan (bawang bombay mengkaramel sehingga terasa enak dan manis. Step ini berpengaruh terhadap rasa fritatta) sekitar 20 menit. Tambah garam dan merica. Sisihkan.
  3. Tumis bayam dengan bawang putih, hingga layu. Tambah garam dan merica. Bayam jangan terlalu layu, keep it a lityle crunchy. Sisihkan.
  4. Kocok telur, susu, garam, merica sebentar saja hingga menyatu. Tambahkan keju setengah bagian.
  5. Siapkan loyang, olesi minyak. Masukkan telur. Masukkan kentang. Tata bayam di atasnya. Dan taburi sisa keju.
  6. Panggang dalam oven suhu 180-200 c hingga matang. Gunakan juga api atas agar permukaan kecoklatan.
  7. Sajikan hangat dengan saos sambal, saos tomat, dan mayonnais jika suka.

Resep Tahu Bulat


5 buah tahu putih
1/2 sdt baking powder
1 putih telur
bumbu yang dihaluskan :
5 siung bawang putih
1 bungkus royco
1 sdm ketumbar
secukupnya garam
1/2 sdm merica
bahan sambal :
3 sdm kecap manis
sesuai selera cabe rawit merah, iris tipis
3 siung bawang merah, iris tipis
sesuai selera cabe rawit hijau, iris tipis
1 sdt air jeruk limau
campur semua bahan sambal jadi satu


  1. Ambil tahu putih, haluskan dan peras menggunakan kain tipis sampai air menetes habis.
  2. Masukkan putih telur, bumbu halus dan baking poder. Aduk sampai rata.
  3. Bentuk bulat-bula dengan ukuran kurang lebih sebesar bakso. Jangan terlalu besar karena tahu nantinya akan mengembang saat digoreng.
  4. Panaskan minyak goreng. Setelah panas, kecilkan api dan goreng tahu sampai mtang dan mengembang. Waktu menggorengnya sekitar 20 menit. (Lama penggorengan ini penting, karena jika kurang lama, tahu akan mengkerut dan bagian dalamnya tidak kosong seperti yang diharapkan.) Setelah matang, angkat dan tiriskan.
  5. Tahu kosong sudah jadi dan siap disantap. Sajikan selagi hangat bersama sambal kecap.

Sabtu, 20 Oktober 2018

Resep Brownies 5 SDM

Cake simple tapi rasanya tetep nampollll. asal pake cokelat bubuk kualitas bagus yaa. aku biasanya make bensdrop ;)




5 sdm terigu
5 sdm gula
5 sdm coklat bubuk
5 sdm margarin
2 butir telur
1 sdt soda kue
2 sachet skm


Cairkan margarin, biarkan dingin, kocok telor dan gula sampai berbuih, masukkan terigu lalu coklat bubuk, soda kue. Lalu margarin cair, terakhir susu kental. Setelah kukusan panas, masukkan brownis, kukus selama 25 menit.
Tekstur setelah diiris, lembuuuut :)

Resep Telur Dadar Bayam




3-4 butir telur ayam
3 sdt kecap asin
1 sdt kecap ikan
merica
beberapa lembar daun bayam muda
garlic flavour cooking margarin untuk dioles di teflon



  1. Kocok rata telur, kecap asin dan kecap ikan & merica. Sisihkan.
  2. Siapkan, cuci daun bayam muda, tiriskan.
  3. Panaskan teflon dengan api sedang, lalu beri garlic margarine secukupnya. Lalu kecilkan api dan tuang sedikit kocokan telur, putar cepat teflon sampai telur rata, beri daun bayam diatasnya dan segera gulung dari ujung ke ujung dengan rapat, ulangi sampai telur dan daun bayam habis (4x tuang).

Resep Orek Tempe




1 papan tempe, potong kotak kecil
4 buah cabe hijau, iris serong
3 siung bawang putih, cincang halus
4 siung bawang merah, iris-iris
1 buah tomat, potong-potong
daun bawang. iris-iris
45 ml kecap
garam
gulpas/gulmer
1/2 bungkus royco


  1. Tumis bawang putih dan merah, tomat, masukkan 15 ml kecap, masak hingga kecapnya seperti karamel.
  2. Masukkan tempe, aduk rata. Beri 150 ml air.
  3. Masak hingga air agak surut. Lalu masukkan garam, gulpas, penyedap, daun bawang, cabe hijau, dan 30 ml kecap.
  4. Aduk rata. Masak hingga air surut dan sajikan.

Resep Tahu Petis Semarangan

by Nia Syifa



5 buah tahu putih (iris setebal 2 cm)
secukupnya minyak goreng
bahan saus petis :
2 sdm petis
2 siung bawang putih (haluskan)
1/4 sdt lada bubuk
2 sdm kecap manis
secukupnya air (kekentalan sesuai selera)
1 sdm minyak goreng
pelengkap :
cabe rAwit lalap



  1. Panaskan minyak yang cukup banyak kemudian goreng potongan tahu hingga berkulit kecoklatan..angkat tiriskan.
  2. Panaskan minyak dan masukkan smua bahan petis,masak hingga petis mengental,matikan api.
  3. Penyajian,ambilsatu tahu goreng kemudian belah pinggirannya dan isi dengan sesendok petis.

Resep Choco Lava Cake

nyoklat enak lumer di mulut :9




80 gr dark chocolate
3 sdm tepung terigu
2 sdm margarin
1 sdm gula pasir
2 butir telur
20 gr susu bubuk coklat (saya pakai dancow)



  1. Lelehkan coklat dan margarin. Setelah meleleh, masukkan susu bubuk coklat. Aduk rata.
  2. Di tempat terpisah kocok telur dan gula. Kocok hingga gula larut. Masukkan terigu dan aduk rata. Masukkan adonan coklat dan aduk rata.
  3. Tuang ke cetakan. (saya pakaicetakan talam kecil). Kukus dengan api besar selama 5 menit. (lama mengukus bergantung pada besar kecilnya cetakan)
  4. Angkat dan sajikan.

Resep Nasi Goreng Putih


200 gr nasi putih
1 batang caisim (saya skip karena ga ada)
1 butir telur(saya rebus)
1 siung bawang putih, memarkan
1 siung bawang merah, iris tipis
25 gr bawang bombay, cincang kasar
1 sdm kecap asin
1 sdt kaldu ayam
secukupnya garam
secukupnya merica



  1. Panaskan minyak, kemudian tumis bawang bombay, bawang putih, dan bawang merah hingga harum.
  2. Masukkan caisim, aduk-aduk hingga sedikit layu.
  3. Masukkan nasi, aduk hingga rata.
  4. Tambahkan kecap asin, kaldu ayam, garam dan merica, aduk hingga merata dan nasi matang.
  5. Angkat nasi goreng, tuangkan di piring dan taruh telur di atasnya.

Resep Donat Kentang Lembut

benar-benar lembut, asal nguleninnya sampai kalis yaa.



250 gram tepung terigu
1 telur
50 gr mentega atau margarin
50 gr gula
1 sdt fermipan
150 ml air hangat
1/2 sdt baking powder
100 gram kentang


  1. Rebus kentang, haluskan.
  2. Campur digelas : fermipan, 1sdm gula dan air hangat, tutup dan diamkan 6-7 menit hingga berbusa (kalau tidak berbusa tandanya ragi sudah tidak aktif atau tidak layak pakai, ganti dengan yang baru ya bun)
  3. Campur terigu, sisa gula, baking powder dan telur jd 1masukkan kentang yg udh dhaluskan, tmbh mentega lelehTambah air hangat + fermipan tadi,uleni sampe kalis.
  4. Diamkan krg lbh 1 jam sampai adonan mengembang (dtutup kain basah)
  5. Bentuk donut trs diamkan bbrp menit (10-15 menit)Goreng dlm minyak panas (api kecil), goreng 1 sisi dulu jangan dibolak balik
  6. Angkat.

Minggu, 23 September 2018

Cheese Stick

kreasi mi instaaaann.. hmmmm sapa sih yg gak doyan.
biar ga bosan dimasak gitu-gitu aja.
eh, babang pacar ngiranya ini pake ayam. padahal mah enggak.

cuman sayangnya aku lupa ini resep darimana. setahuku dari facebook ya, tapi gak tahu juga jelasnya siapa. share aja lah ya. buat mas / mba yg punya resep, terima kasih resepnya...

CHEESE STICK


1 bungkus mi instan
secukupnya keju mozarella
1 butir telur
secukupnya tepung roti
50 gram tepung terigu
2 sdm susu
secukupnya garam
Langkah ::

  1. Hancurkan mi instan dan masak.
  2. Campur susu dan telur dalam mangkuk dan kocok hingga rata.
  3. Masukkan mi instan dalam campuran telur dan susu. Tambahkan bumbu mi instan. Tambahkan tepung dan garam. Aduk rata.
  4. Ambil adonan mi dan masukkan keju ke tengahnya.
  5. Gulingkan adonan dalam tepung roti.
  6. Panaskan minyak dan goreng stick sampai matang.

Pie Susu Cokelat Teflon

hmm.. jadi nostalgia deh. awal mula seneng masak, gara-gara liat resep pie susu di grup facebook. baca-naca caranya, kok kayakya gampaaaang buanget. pengen dah eksekusi tapi belom punya teflon kwkwk. merajuk deh sama mamas pacar dan akhirnya dibeliin haaha. dan kucoba eksekusi resep. dari sekian banyak resep, aku kombinasikan dan sesuaikan dengan kesukaanku deh.

awalnya harap-harap cemas, bakalan jadi gak yaa... enak gak yaaa... rasanya gimana yaaa....

eh ternyata
enak!!
aku suka!!
aku belum pernah makan makanan kayak gini!!

terus deh, jadi ketagihan nyobain buanyaaaakkk resep. yah karena pada intinya aku suka makan. dan seneng nyoba makanan baru. kalo beli kan mahal tuh :p *pengiritan

jadiiiii.... sekarang mau nyimpen resep di blog juga dah selain di cookpad. daripada blognya sepi :'D

tapi serius deh. masak itu asyik. dan gampang! pokoknya bikin bahagiaaaa

udah deh, pokoknya mau menuhin blog dengan resep yang udah kupraktekin yang berasal dari berbagai sumber.
resep pertama yaituuuuuuuu....
oya, maafkan kalo foto hasilnya jelek-jelek. belum bisa food photography dan ga ada alat atau prop nya juga haha. jadi fotonya ya ala kadarnya sebatas dokumentasi aja :c

Pie Susu Cokelat Teflon


Bahan-bahan :

250 gram terigu
100 gram mentega
1 butir telur
Bahan fla:
3 kuning telur
2 sachet skm coklat
250 ml susu uht coklat
1 sdm maizena


1. Campurkan terigu dan mentega, aduk rata. Kemudian masukkan sebutir telur, aduk sampai tidak lengket.
2. Ratakan di teflon.
3. Campurkan semua bahan untuk membuat fla. Tuangkan adonan fla di atas kulit pie.
4. Masak di atas api kecil selama 50 menit atau hingga matang.


Selamat mencoba!

Jumat, 13 Oktober 2017

Makalah : Multikulturalisme



MAKALAH PENGANTAR STUDI ISLAM
MULTIKULTURALISME
Disusun dalam Rangka Memenuhi Tugas




Disusun Oleh :
Ismi Yati Artiningrum                                                                                     14480152
Siti Rohima Tarihoran                                                                                      14480153
Muslikhah Nur Septianingrum                                                                         14480154



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
2014


KATA PENGANTAR

Alhamdulillah puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan Rahmat-Nya sehingga kami bisa menyelesaikan makalah yang berjudul “Multikulturalisme“ ini dengan tepat waktu.
         Dalam menyusun makalah ini, dengan  kerja keras dan dukungan dosen mata kuliah dan teman-teman, kami berusaha untuk dapat memberikan yang terbaik  dan sesuai harapan, walaupun di dalam pembuatan kami menghadapi kesulitan, karena keterbatasan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang kami miliki.
         Oleh karena itu pada kesempatan ini kami ingin megucapkan terima kasih kepada Ibu Dra. Siti Johariyah M. Pd selaku dosen mata kuliah Pengantar Studi Islam, juga kepada teman-teman yang telah memberikan dukungan kepada kami. Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini terdapat banyak kekurangan, oleh karena itu saran dan kritik dari teman-teman sangat kami butuhkan untuk menyempurnakan pembuatan makalah di masa-masa yang akan datang. Semoga apa yang kami sajikan dalam makalah ini dapat bermanfaat untuk teman-teman dan pihak yang lainnya.


                                                                                     
 Yogyakarta, 15 September 2014


                                                                                                         Penyusun

Makalah SKI : Pertumbuhan Kebudayaan Islam Masa Bani Abbasiyah



MAKALAH SKI & BUDAYA LOKAL
Pertumbuhan Kebudayaan Islam Masa Bani Abbasiyah
Makalah Ini Disusun Guna Memenuhi Tugas Sejarah Kebudayaan Islam
Dosen Pembimbing: Siti Johariyah


Description: logo_uin.jpg

Disusun oleh:
Achmad Mukhlasin                 (14480135)
Laili Mu’mirotun                     (14480)
Muslikhah Nur S                     (14480154)

 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
2014 
KATA PENGANTAR

         Alhamdulillah puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan Rahmat-Nya sehingga kami bisa menyelesaikan makalah yang berjudul “Pertumbuhan Kebudayaan Islam Masa Bani Abbasiyah“ ini dengan tepat waktu.
         Dalam menyusun makalah ini, dengan  kerja keras dan dukungan dosen matakuliah dan teman-teman, kami berusaha untuk dapat memberikan yang terbaik  dan sesuai harapan, walaupun di dalam pembuatan kami menghadapi kesulitan, karena keterbatasan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang kami miliki.
         Oleh karena itu pada kesempatan ini kami ingin megucapkan terima kasih kepada Ibu Dra. Siti Johariyah, M.Pd selaku dosen mata kuliah dasar-dasar pembelajaran. Juga kepada teman-teman yang telah memberikan dukungan kepada kami. Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini terdapat banyak kekurangan, oleh karena itu saran dan kritik dari teman-teman sangat kami butuhkan untuk menyempurnakan pembuatan makalah dimasa-masa yang akan datang. Semoga apa yang kami sajikan dalam makalah ini dapat bermanfaat untuk teman-teman dan pihak yang lainnya.


                                                                                     


 Yogyakarta, 23 September 2014


                                                                                                         Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Sejarah merupakan merupakan kejadian-kejadian masa lampau yang bersifat unik, abadi, dan penting. Dalam sejarah kita dapat mengambil banyak pelajaran yang bisa digunakan untuk bekal hidup di masa depan. Namun, sangat disayangkan generasi sekarang banyak yang malas tahu bahkan enggan untuk mempelajari sejarah. Dalam hal ini kita mengutamakan sejarah Islam. Sehingga kita yang hidup pada masa sekarang cenderung berjalan tanpa tujuan atau mengulang masalah-masalah yang terjadi di masa lampau. Di sinilah salah satu peran sejarah untuk menjadi cerminan bahwa pada masa lampau pernah terjadi suatu kejadian yang dapat dijadikan jalan untuk melangkah di hari esok.
Dunia mengakui bahwa Islam pernah menjadi kiblat ilmu pengetahuan dan teknologi terutama bagi bangsa-bangsa berkulit putih. Namun, sangat ironi sekarang malah berbanding terbalik. Bangsa kulit putih merasa berjaya dan berkuasa dengan ilmu pengetahuan dan teknologinya.
Pada abad pertengahan, negara-negara Islam di Timur Tengah mengalami masa keemasan (Golden Age) di mana pada masa ini terjadi perkembangan ilmu pengetahuan yang sangat pesat. Di saat bangsa Eropa sedang pasif dalam bidang keilmuan atau karena dogma-dogma agama, maka peradaban dunia Islam melakukan terjemahan besar-besaran terhadap karya-karya filosof Yunani, dan berbagai temuan dalam bidang ilmiah terutama pada masa Bani Abbasiyah sehingga Islam pada masa itu mengalami puncak kejayaannya yang sering kita sebut sebagai masa keemasan atau Golden Age.




B.     Rumusan Masalah
1.      Pertumbuhan kebudayaan Islam pada masa-masa Bani Abbasiyah.
a.       Kemajuan kebudayaan Islam pada masa Bani Abbasiayah
Ø  Berdirinya Bani Abbasiyyah
Ø  Puncak keemasan
b.      Hubungan Islam dan kebudayaan Persia
Dengan beberapa rumusan masalah tersebut, maka pemakalah akan mencoba menguraikannya. Diharapkan dapat menambah wawasan kita tentang sejarah Islam pada masa silam yang pernah menjadi tolok ukur bebagai cabang ilmu pengetahuan dan teknologi. Semoga bermanfaat.










BAB II
PEMBAHASAN

A. Pertumbuhan Kebudayaan Islam Pada Masa-masa Bani Abbasiyah.
1.      Kemajuan kebudayaan Islam pada masa Bani Abbasiyah
a.       Berdirinya Bani Abbasiyyah
Peradaban Islam mengalami kemajuan pada masa Daulah Abbasiyah. Kemajuan peradaban Abbasiyah sebagiannya disebabkan oleh stabilitas politik dan kemakmuran ekonomi kerajaan ini. Kemajuan itu ditandai dengan kemajuan ilmu pengetahuan, yang diawali dengan penerjemahan naskah-naskah asing terutama yang berbahasa Yunani ke dalam bahasa Arab, pendirian pusat pengembangan ilmu dan pengetahuan dan keagamaan sebagai buah dari kebebasan berpikir. Terdapat sebab-sebab berdirinya imperium kedua di dunia Islam yang menggantikan Daulah Umayyah ini, yaitu :
1)      Penindasan yang terus-menerus terhadap pengikut Ali dan Bani Hasyim.
2)      Merendahkan kaum Muslimin yang bukan bangsa Arab sehingga mereka tidak diberi kesempatan dalam pemerintahan.
3)      Pelanggaran terhadap ajaran Islam dan hak-hak asasi manusia dengan cara terang-terangan.
4)      Adanya revolusi sosial yang dipelopori oleh para keturunan Abbas yang didukung oleh golongan oposisi terhadap Daulah Umayyah.
b.      Faktor-faktor kemajuan ilmu pengetahuan
1)      Faktor Politik
a)      Pindahnya ibu kota negara dari Syam ke Irak dan Baghdad sebagai ibu kotanya (146 H). Baghdad pada waktu itu merupakan kota yang paling tinggi kebudayaannya.
b)      Banyaknya cendekiawan yang diangkat menjadi pegawai pemerintahan dan istana.
c)      Diakuinya Muktazilah sebagai mazhab resmi negara pada masa khalifah Al Ma’mun pada tahun 827 M. Muktazilah adalah aliran yang menganjurkan kemerdekaan dan kebebasan berpikir kepada manusia.
2)      Faktor Sosiografi
a)       Meningkatnya kemakmuran umat Islam pada waktu itu.
b)      Luasnya wilayah kekuasaan Islam yang menyebabkan banyak orang Romawi dan Persia masuk Islam dan menjadi muslim yang taat. Hal ini menyebabkan perkawinan campuran yang melahirkan keturunan yang tumbuh dengan memadukan kebudayaan kedua orang tuanya.
c)      Pribadi beberapa khalifah pada masa itu sangat mencintai ilmu pengetahuan.
3)      Aktivitas Ilmiah
a)      Penyusunan buku-buku ilmiah
Menurut Syalabi terdapat 3 fase, yaitu :
·        Pencatatan fase pemikiran/hadist/hal-hal lain pada kertas kemudian dirangkap.
·        Pembukuan pemikiran/hadis dalam satu buku.
·        Penyusunan dan pengaturan kembali buku yang telah ada ke dalam pasal-pasal dan bab-bab tertentu.
b)      Penerjemahan
Penerjemahan dari bahasa asing ke bahasa Arab telah dilakukan sejak masa Umayah, namun pada masa itu penerjemahan hanya dilakukan oleh orang-orang yang berkepentingan serta dilakukan terhadap buku-buku yang ada kaitan langsung dengan kehidupan praktis. Pada masa Daulah Abbasiyah, penerjemahan berkembang dengan pesat. Aktivitas penerjemahan mencapai puncaknya pada masa Al Ma’mun.
c)      Pensyarahan
Menjelang abad ke 10 M, kegiatan kaum Muslimin bukan hanya menerjemahkan, bahkan mulai memberikan syarahan (penjelasan) dan melakukan tahqiq (pengeditan).
c.       Puncak keemasaan
Pada masa Al-Mahdi perekonomian mulai meningkat dengan peningkatan di sektor pertanian, melalui irigasi, dan peningkatan hasil pertambangan seperti perak, emas, tembaga, dan besi. Pada masa itu Basrah menjadi pelabuhan yang penting.
Popularitas Bani Abbasiyah mencapai puncaknya di zaman khalifah Harun Al-Rasyid (786-809 M) dan putranya Al-Ma’mun (813-833 M). Kekayaan yang banyak dimanfaatkan Harun Al-Rasyid untuk keperluan sosial seperti: rumah sakit, lembaga pendidikan dokter, dan farmasi didirikan. Pada masanya, sudah terdapat paling tidak sekitar 800 orang dokter. Di samping itu, pemandian-pemandian umum juga dibangun. Tingkat kemakmuran yang paling tinggi terwujud pada zaman khalifah ini .
Pada Periode Pertana Pemerintahan Bani Abbasiyah mencapai masa keemasan. Secara politis para kholifah betul-betul tokoh yang kuat dan merupakan pusat kekuasaan politik dan agama sekaligus. Di sisi lain kemakmuran mencapai tingkat tertinggi. Periode ini juga berhasil menyiapkan landasan bagi perkembangan filsafat dan ilmu pengetahuan dalam Islam.
Kami merangkum keberhasilan-keberhasilan Bani Abbasiyyah pada masanya sebagai berikut:
Timbul suatu pertanyaan, mengapa peradaban dan kebudayaan Islam tumbuh dan berkembang bahkan mencapai kejayaannya pada masa Abbasiyah. Hal tersebut dikarenakan Dinasti Abbasiyah pada periode pertama lebih menekankan pembinaan peradaban dan kebudayaan Islam dari pada perluasan wilayah. Di sinilah letak perbedaan pokok antara Bani Abbasiyah dan Bani Umayyah. Akan tetapi tidak berarti seluruhnya berawal dari kreativitas penguasa Bani Abbasiyah sendiri. Sebagian di antaranya telah dimulai sejak awal kebangkitan Islam, sebagai contoh bahwa dalam bidang pendidikan di awal Islam lembaga pendidikan sudah mulai berkembang.
Gerakan membangun ilmu secara besar-besaran dirintis oleh khalifah Ja’far al-Manshur. Setelah ia mendirikan Baghdad (144 H/762 M.) dan menjadikannya sebagai ibu kota negara. Ia menarik banyak ulama dan para ahli dari berbagai daerah untuk datang dan tinggal di Baghdad. Ia merangsang usaha pembukuan ilmu agama, seperti Fiqh, Tauhid, Tafsir, Hadist, atau ilmu lain seperti Ilmu Bahasa dan Ilmu Sejarah. Akan tetapi yang lebih mendapatkan perhatian adalah penerjemahan buku ilmu yang berasal dari luar.
Perkembangan ilmu naqli mulai disusun dasar perumusannya menjadi ilmu yang kita kenal sekarang . Ilmu-ilmu itu antara lain:
a.       Ilmu Hadits
Pada masa ini hanya merupakan penyempurnaan hadits dari masa sebelumnya, yaitu mulai pada pertengahan ke-3 muncul trend baru yang bisa dikatakan sebagai generasi terbaik sejarah penulisan hadits, yaitu muncul kecenderungan penulisan hadits diduhului oleh tahapan penelitian dan peisahan hadits-hadits shahih dari yang dla'if, sebagaimana yang dilakukan oleh Bukhari (w.256 H.), Muslim (w.261 H.), Ibn Majah (w.273 H.), Abu Dawud (w.275 H.), al-Tirmidzi (w.279 H.), serta al-Nasa'i (w.303 H.)  (Machfud Syaefudin, dkk, 2013: 76).
1)      Ilmu Tasawuf
Ilmu Tasawuf adalah salah satu ilmu yang tumbuh dan matang pada zaman Abbasiyah. Inti ajarannya kepada Allah, meninggalkan kesenangan dan perhiasan dunia, serta bersembunyi diri dan beribadah (Machfud Syaefudin, dkk, 2013: 76).
2)       Ilmu Tafsir
Pada zaman Abbasiyah ilmu tafsir dipisahkan dari ilmu hadits. Kemudian muncul penafsiran bi al-ra'y, di mana penafsiran dilakukan dengan mengedepankan akal. Tafsir pada masa ini ditambah dengan cerita israiliyat. Terakhir muncul penafsiran dengan cara menyebut satu ayat kemudian menerangkan tafsirnya yang diambil dari sahabat dan tabi'in. Tafsir seperti ini yang termasyhur diantaranya tafsir Ibn Jarir al-Thabary.
3)      Ilmu Bahasa Arab
Ilmu Bahasa Arab pada masa ini tumbuh dan berkembang menjadi subur, karena makin dewasa dan menjadi bahasa internasional. Kota Basrah dan Kufah merupakan pusat pertumbuhan dan kegiatan bahasa. Keduanya saling berlomba sehingga terkenal sebutan aliran Basrah, yaitu lebih banyak terpengaruh dengan mantiq, dan aliran Kufah, yaitu golongan yang menjadikan segala yang diturunkan oleh orang Arab sebagai asa yang harus ditiru serta menyusun beberapa kaidah untuknya. Dalam zaman ini diciptakan kitab-kitab yang bernilai dalam ilmu Nahwu, Sharf, Maani, Qamus ilmu manaqat (kumpulan khutbah dan riwayat).
4)      Ilmu Fiqh
Zaman Abbasiyah yang merupakan zaman tamaddun keemasan Islam telah melahirkan ahli-ahli hukum (fuqaha') yang tersohor dalam sejarah Islam dengan kitab-kitab fiqhnya yang terkenal sampai sekarang. Para fuqaha' yang lahir zaman ini terbagi dalam dua aliran, yaitu ahl al-hadits dan ahl al-ra'y.
Usaha penerjemahan dari bahasa Yunani ke bahasa Arab sebenarnya sudah dimulai sejak khalifah al-Umayyah, tetapi usaha besar-besaran dimulai sejak khalifah al-Manshar dari Abbasiyah. Pusat penting tempat penerjemahan adalah Yude Sahpur. Meskipun nanti Baghdad menjadi kota besar dan ibu kota daulah Abbasiyah, namun Yude Sahpur tetap sebagai ibu kota ilmu pengtahuan pertama dalam Islam.
Pada masa al-Ma’mun kemajuan usaha penerjemahan mencapai puncaknya dengan membangun Sekolah Tinggi Penerjemahan di Baghdad, di lengkapi dengan lembaga ilmu yang disebut Bait al-Hikmah, suatu lembaga yang dilengkapi dengan observatorium, perpustakaan, dan lenbaga penerjemahan. Di sinilah orang bisa mengenali Husain bin Ishaq (809-877).
Buku-buku yang diterjemahkan sebagian besar buku karangan Aristoteles, Plato, Neo-Platonisme dan Galen. Para ahli bukan hanya menerjemahkan buku-buku, tetapi mereka juga mengembangkan penelitian dan pemikiran spekulasi dalam batasan-batasan yang tidak bertentangan dengan kebenaran wahyu. Semenjak itu mulailah masa pembentukan ilmu-ilmu Islam dalam bidang akal, yang sering dinamakan abad keemasan yang berlangsung antara 900-1000 M. Ilmu-ilmu yang masuk ke dalam kategori ilmu aqli adalah:
1)      Ilmu Filsafat
Setelah kitab-kitab filsafat Yunani yang diterjemahkan ke bahasa Arab di zaman khalifah Harun ar-Rasyid dan al-Ma'mun, barulah kaum Muslimin sibuk mempelajari ilmu filsafat, bahkan menafsirkan dan mengadakan perubahan serta perbaikan sesuai dengan ajaran Islam, sehingga lahirlah para filsuf Islam yang kemudian menjadi bintang dunia filsafat seperti, al-Kindi, al-Farabi, Ibnu Sina, al-Ghazali, dan Ibnu Rusyd (Machfud Syaefudin, dkk, 2013: 78).
2)      Ilmu Kedokteran
Minat orang Arab terhadap ilmu kedokteran diilhami oleh hadits Nabi yang membagi pengetahuan ke dalam dua kelompok , teologi dan kedokteran. Pada tahun 765 M, khalifah memerintahkan Girgis Buchtyishu untuk menerjemahkan buku-buku dari bahasa Yunani ke bahasa Arab. Ilmu kedokteran pada saat itu masih merupakan bagian dari ilmu filsafat.
3)      Ilmu Astronomi
Penulisan ilmu astronomi dimulai sejak diterjemahkannya buku-buku Sidharta dari Bahasa India ke Bahasa Arab, yang diterjemahkan oleh Muhammad ibn Ibrahim al-Fazari, yang digunakan sebagai acuan oleh para sarjana belakangan. Sebelumnya karya Ptolemius, Almagest, disusul karya yang lebih unggul yaitu karya al-Hajjaj ibn Mathar yang selesai ditulis pada 212 H./827-828 M. dan karya Hunayn ibn Ishaq yang direvisi oleh Tsabit ibn Qurrah (w.901 M.)  (Machfud Syaefudin, dkk, 2013: 79).
4)      Ilmu Hitung
Angka Arab pada mulanya diperkenalkan oleh Sidharta dari India, yang bekerja di masjid al-Manshur sebagai seorang ahli Astronomi. Sudah barang tentu sistem perangkaan sudah dipergunakan di India, di mana terjemahan ini membantu terkenalnya sistem perangkaan di dunia Arab. Angka dari India itu disebut ragam al-Hindi, terdiri dari angka 1, 2, 3, 4, 5, kemudian oleh Khuwarizmi diciptakan angka 6, 7, 8, 9, dan 0 yang dinamakan shirf atau kosong. meskipun orang Arab menamakan nol dengan kosong atau shirf, tetapi ia adalah tanda angka yang penting (Machfud Syaefudin, dkk, 2013: 80).
5)      Ilmu Kimia
Di dalam studi-studi tentang ilmu kimia dan hitung, sarjana-sarjana Muslim memperkenalkan cara penelitian objektif yang menentukan terhadap spekulasi yang membingungkan bagi orang-orang Yunani. Mereka teliti sekali dalam mengobservasi gejala-gejala dan tekun dalam mengumpulkan fakta-fakta.
6)      Ilmu Sejarah dan Geografi
Pada periode Abbasiyah, Ilmu Sejarah telah matang untuk melahirkan karya formal berdasarkan atas legenda, tradisi, biografi, geneologi, dan narasi. Model ini ditulis dalam bahasa Persia dan diwakili oleh karya berbahasa Pahlavi, Khudzay-namah (buku tentang para raja), yang diterjamahkan ke dalam bahasa Arab oleh Ibnu al-Muqaff (w.757 M.) dengan judul Siyar Muluk al-'Ajm (Machfud Syaefudin, dkk, 2013: 81).
Dalam Ilmu Geografi, Ibnu Khurdasbah, yang hidup di awal abad III dan telah meninggalkan buku Geografi al-Msalik wa al-Mamalik, dipandang sebagai ahli Geografi Islam terdahulu yang menjadi pedoman bagi pelaut yang menjelajahi lautan. Ilmu Geografi terjadi karena hubungan kota Baghdad dengan ibu kota negara lain, baik hubungan darat ataupun laut, seperti India, Ceylon, Malaya, Indonesia, Cina, Korea, dan sebelah barat ke Afrika dan Eropa
B.  Hubungan Islam dan Kebudayaan Persia
Khilafah Abbasiyah didirikan oleh Bani Abbas yang bersekutu dengan orang-orang Persia. Persekutuan dilatarbelakangi oleh persamaan nasib kedua golongan itu pada masa Bani Umayyah berkuasa. Keduanya sama-sama tertindas. Setelah khilafah Abbasiyah berdiri, dinasti Bani Abbas tetap mempertahankan persekutuan itu. Menurut Ibnu Khaldun, ada dua sebab dinasti Bani Abbas memilih orang-orang Persia daripada orang-orang Arab.
1.      Sulit bagi orang-orang Arab untuk melupakan Bani Umayyah. Pada masa itu mereka merupakan warga kelas satu.
2.      Orang-orang Arab sendiri terpecah belah dengan adanya ashabiyah (kesukuan). Dengan demikian, khilafah Abbasiyah tidak ditegakkan di atas ashabiyah tradisional.
Meskipun demikian, orang-orang Persia tidak merasa puas. Mereka menginginkan sebuah dinasti dengan raja dan pegawai dari Persia pula. Sementara itu bangsa Arab beranggapan bahwa darah yang mengalir di tubuh mereka adalah darah (ras) istimewa dan mereka menganggap rendah bangsa non-Arab ('ajam).
Hubungan Islam dengan Persia yang lain adalah pada masa Khalifah  Al-Mansyur, demi menjaga stabilitas negara memindahkan ibu kota Negara ke Bagdad. Dengan demikian pusat pemerintahan Bani Abasiyah berada di tengah-tengah bangsa Persia. Al-Mansyur melakukan konsolidasi dan penertiban pemerintahannya. Dia mengangkat sejumlah personal untuk menduduki jabatan di lembaga eksekutif dan yudikatif.
Sumbangsih yang tidak kalah penting Bangsa Persia terhadap perkembangan Islam pada masa itu juga terjadi pada sektor pemerintahan. Terjadinya Asimilasi antara bangsa Arab dan bangsa-bangsa lain yang lebih dahulu mengalami perkembangan dalam ilmu pengetahuan. Selain itu mereka banyak berjasa dalam perkembangan ilmu filsafat dan sastra.
Dari semua ulasan di atas, kami sebagai pemakalah menyimpulkan bahwa pengaruh atau hubungan Persia dan kebudayaan Islam dipengaruhi oleh dua faktor yaitu pembentukan lembaga wizaroh dan pemindahan ibukota.
samy dan tempat lahirnya Islam.




BAB III
PENUTUP

            Demikianlah kemajuan budaya pada masa Bani Abbasiyah yang pernah dicapai oleh pemerintahan Islam pada masa klasik, kemajuan yang tidak ada tandingannya pada masa itu. Pada masa Bani Abbasiyah ini, kemajuan peradaban dan kebudayaan berjalan seiring dengan kemajuan di bidang politik sehingga Islam mencapai masa keemasan, kejayaan, dan kegemilangan. Masa keemasan ini mencapai puncaknya terutama pada masa kekuasaan Bani Abbasiyah periode pertama.
            Kebudayaan Persia sedikit banyak memberikan andil yang cukup menonjol dalam mendukung kejayaan Islam pada masa itu terutama pada bidang politik, ilmu pengetahuan, dan yang pasti adalah kebudayaan.










DAFTAR PUSTAKA

Mustansyir, Rizal & Misnal Munir. 2001. Filsafat Ilmu. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Yatim, Badri.2004.Sejarah Peradaban Islam. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada
Abdurrahman, Dudung. 2003. Sejarah Peradaban Islam: Dari Klasik Hingga Modern. Yogyakarta: Jurusan SPI Fak. Adab IAIN Sunan Kalijaga & LESFI Yogyakarta
Carl Brockelmann.1982.History of the Islamic Peoples, (London: Routledge & Kegan Paul)
Malik, Maman A.2005.Sejarah Kebudayaan Islam.(Yogyakarta:Pokja Akademik)

 
;