Pages

Jumat, 13 Oktober 2017

Makalah : Multikulturalisme



MAKALAH PENGANTAR STUDI ISLAM
MULTIKULTURALISME
Disusun dalam Rangka Memenuhi Tugas




Disusun Oleh :
Ismi Yati Artiningrum                                                                                     14480152
Siti Rohima Tarihoran                                                                                      14480153
Muslikhah Nur Septianingrum                                                                         14480154



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
2014


KATA PENGANTAR

Alhamdulillah puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan Rahmat-Nya sehingga kami bisa menyelesaikan makalah yang berjudul “Multikulturalisme“ ini dengan tepat waktu.
         Dalam menyusun makalah ini, dengan  kerja keras dan dukungan dosen mata kuliah dan teman-teman, kami berusaha untuk dapat memberikan yang terbaik  dan sesuai harapan, walaupun di dalam pembuatan kami menghadapi kesulitan, karena keterbatasan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang kami miliki.
         Oleh karena itu pada kesempatan ini kami ingin megucapkan terima kasih kepada Ibu Dra. Siti Johariyah M. Pd selaku dosen mata kuliah Pengantar Studi Islam, juga kepada teman-teman yang telah memberikan dukungan kepada kami. Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini terdapat banyak kekurangan, oleh karena itu saran dan kritik dari teman-teman sangat kami butuhkan untuk menyempurnakan pembuatan makalah di masa-masa yang akan datang. Semoga apa yang kami sajikan dalam makalah ini dapat bermanfaat untuk teman-teman dan pihak yang lainnya.


                                                                                     
 Yogyakarta, 15 September 2014


                                                                                                         Penyusun


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Di era globalisasi ini kebudayaan dari luar begitu mudah masuk ke indonesia, sehingga kita harus lebih pandai dalam menyaring kebudayaan tersebut. Budaya masyarakat Indonesia sendiri yang beraneka ragam mewajibkan kita untuk membahas multikulturalisme. Keanekaragaman yang berupa ras, suku, budaya, agama dapat menimbulkan konflik antar sesama manusia dalam berkehidupan. Sebagaimana pengertian multikulturalisme yaitu pemahaman tentang banyaknya kebudayaan. Dengan mempelajari multikulturalisme kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan benegara akan terjalin rukun dan damai.
Dari perihal di atas makalah ini disusun untuk menjelaskan cara berkehidupan yang baik dari beragamnya kebudayaan di indonesia. Dengan adanya makalah ini diharapkan mahasiswa dapat mengaktualisasikan kehidupan berbudaya yang baik.


B.     Tujuan
1.      Memahami arti multikulturalisme.
2.      Menerapkan  dalam berkehidupan.
3.      Dapat memilih kebudayaan yang baik  




BAB II
PEMBAHASAN

Sebelum kita mempelajari multikulturalisme sebaiknya kita membahas tentang dasar multikulturalisme yaitu pluralisme dalam kamus bahasa Inggris diartikan sebagai prinsip yang menganggap bahwa orang-orang dari berbagai ras, agama, dan pandangan politik dapat hidup berdampingan secara damai dalam masyarakat yang sama. Jadi pluralisme bertumpu pada kemajemukan ras, agama, tradisi, budaya, dan pandangan politik.
Multikulturalisme sebagai sebuah problematika adalah meletakkan pluralitas sebagai cara pandang di dalam menjaga eksistensi kemanusiaan agar tetap terjaga keragamannya. Karena keanekaragaman itu karya Tuhan, manusia tida diperkenankan merusak karya-Nya dengan semena-mena terhadap sesama, dan menuding bahwa semua yang di luar dirinya salah.
A.    Pengertian Multikulturalisme
Akar kata multikulturalisme adalah kebudayaan. Secara etimologis, multikulturalisme dibentuk dari kata multi (banyak), kultur (budaya), dan isme (aliran/paham). Secara hakiki, dalam kata itu terkandung pengakuan akan martabat manusia yang hidup dalam komunitasnya dengan kebudayaannya masing-masing yang unik. Multikulturalisme itu sendiri berarti sebuah ideologi dan sebuah alat atau wahana untuk meningkatkan derajat manusia dan kemanusiaannya, maka konsep kebudayaan harus dilihat dalam perspektif fungsinya bagi kehidupan manusia.
Multikulturalisme sebagai sebuah paham yang menekankan pada kesederajatan dan kesetaraan budaya-budaya lokal tanpa mengabaikan hak-hak dan eksistensi budaya yang lain penting kita pahami bersama dalam kehidupan masyarakat yang multikultural seperti Indonesia.
Multikulturalisme sebenarnya adalah sebuah konsep di mana sebuah komunitas dalam konteks kebangsaan dapat mengakui keberagaman, perbedaan, dan kemajemukan budaya, ras, suku, etnis, agama dan lain sebagainya. Sebuah konsep yang memberikan pemahaman bahwa sebuah bangsa yang plural dan majemuk adalah bangsa yang dipenuhi dengan budaya-budaya yang beragam (multikultural). Dan bangsa yang multikultural adalah bangsa yang kelompok-kelomok etnik atau budaya (ethnic and cultural groups)-nya yang ada dapat hidup berdampingan secara damai dalam prinsip co-existenci yang ditandai oleh kesediaan untuk menghormati budaya lain.
B.     Macam-macam Multikulturalisme
Menurut Parekh dalam bukunya National Culture and Multiculturalism, multikulturalisme dibagi menjadi lima bentuk, yaitu:
1.      Multikulturalisme isolasionis yang mengacu kepada masyarakat di mana berbagai kelompok kultural menjalankan hidup secara otonom dan terlibat dalam interaksi yang hanya minimal satu sama lain.
2.      Multikulturalisme akomodatif yakni masyarakat plural yang memiliki kultur dominan, yang membuat penyesuaian dan akomondasi-akomondasi bagi kebutuhan kultural kaum minoritas.
3.      Multikulturalisme otonomis, yakni masyarakat plural di mana kelompok-kelompok kultural utama berusaha mewujudkan kesetaraan (equality) dengan budaya dominan dan menanamkan kehidupan otonom dalam kerangka politik yang secara kolektif dapat diterima.
4.      Multikulturalisme kritikal atau interaktif, yakni masyarakat plural di mana kelompok-kelompok tidak terlalu peduli dengan kehidupan kultural otonom, tetapi lebih menuntut penciptaan kultur kolektif yang mencerminkan dan menegaskan perspektif distingtif mereka.
5.      Multikulturalisme kosmopolitan, yakni paham yang berusaha menghapuskan batas-batas kultural sama sekali untuk menciptakan sebuah masyarakat di mana setiap individu tidak lagi terikat kepada budaya tertentu.

C.    Penyelewengan Makna Pluralitas dan Multikulturalisme
Pada dasarnya, hakikat kehidupan adalah perubahan. Setiap perubahan menimbulkan konflik, yakni konflik antara yang diubah, pengubah, dan pembaruan yanglahir dari perubahan itu sendiri. Proses konflik akan selalu terjadi dimanapun, siapapun dan kpan pun. Konflik merupakan realitas permanen dalam perubahan.
Adapun model penyelewengan itu dapat kita saksikan ketika demokrasi menjadi alat pembenar bagi mayoritas, sehingga benar-salah dan baik-buruk ditentukan oleh kesepakatan-kesepakatan politik yang ditentukan oleh mayoritas. Keadilan diartikan sebagai perbedaan hak mayoritas dan hak minoritas secara diskriminatif, dan bukan perlakuan yang sama di depan hukum.
D.    Mengelola Konflik Menuju Masyarakat Multikultural
Keanekaragaman budaya etnis yang menghiasi persada nusantara terasa begitu indah di tangan para pekerja seni dan budayawan. Semua menyadari betapa besar keajaiban kebhinekaan budaya ibu pertiwi yang membentang beribu-ribu kilometer memeluk bumi. Keanekaragaman etnis diilustrasikan bagai bintang-bintang di langit yang bertebaran bak mutiara menghiasi jagat raya.
Semakin tinggi tingkat kebhinekaan dan kemajemukan masyarakat ekuivalen dengan tingkat kualitas kesulitan yang dihadapi agar pengelolaan administrasi negara dapat berjalan efektif dan efisien.
Ekspresi konflik di Indonesia membuktikan bahwa pengakuan akan etnisitas yang tak terkendali ternyata berangsur-angsur membawa dampak merugikan bagi bangsa dan negara Indonesia. Lihat saja, bagaimana konflik di Aceh dengan Gerakan Aceh Merdeka yang mengarah kepada pengakuan etnik dalam wujud negara merdeka. Kemudian di Papua dengan pengibaran secara terang-terangan bendera bintang kejora.
Contoh di atas menunjukkan, bahwa ada kolerasi antar pemicu dan sentimen-sentimen yang dapat membangkitkan pertikaian suku, ras, dan agama.
Dalam konteks multikulturalisme menuju kehidupan multikultural bukan sekedar wacana dan ideologi. Multikulturalisme adalah sebuah problematika yang niscaya. Karenanya ia harus disikapi secara dewasa dan cerdas. Kedewasaan itu ditunjukkan kepada khalayak publik bahwa hidup berdampingan secara damai merupakan kebutuhan asasi manusia sedangkan sikap cerdas mendasari pertimbangan keputusan tindakan manusia di dalam hidupnya. Dialektika sikap dewasa dan cerdas dalam kehidupan masyarakat mampu melahirkan nilai-nilai kesepahaman dalam perbedaan sehingga meminimalisir akar-akar konflik jauh lebih penting dilakukan daripada menunggu meletusnya konflik hingga banyak korban berjatuhan.
E.      Internalisasi Nilai-nilai Multikultural Dalam Pendidikan
Internalisasi nilai-nilai multikultural dalam pendidikan adalah membangun ikhtiar konsep pendidikan sejak dari sekolah dasar atau madrasah ibtidaiyah sampai dengan perguruan tinggi baik negri maupun swasta.
Melalui internalisasi nilai-nilai multikultural dan pemahaman pluralitas bahwa semenjak lahir pun kita dibuat Tuhan berbeda dengan yang lain, dimaksudkan agar manusia senantiasa berlomba-lomba dalam kebaikan.
F.     Dampak Positif Multikulturalisme
Gagasan multikulturalisme ini dinilai dapat mengakomodir kesetaraan budaya yang mampu meredam konflik vertikal dan horizontal dalam masyarakat yang heterogen di mana tuntutan akan pengakuan atas eksistensi dan keunikan budaya, kelompok, etnis sangat lumrah terjadi. Muaranya adalah tercipta suatu sistem budaya (kultur sistem) dan tatanan sosial yang mapan dalam kehidupan masyarakat yang akan menjadi pilar kedamaian sebuah bangsa.














BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Dari makalah diatas, dapat di ambil kesimpulan bahwa masyarakat indonesia beragam budaya. Dengan adanya multikulturalisme dapat mempersatu masyarakat agar hidup rukun dan berdampingan, saling menghormati antar budaya.
Demikian makalah yang dapat kami buat kurang dan lebihnya mohon maaf.













DAFTAR PUSTAKA

1.      Dermawan, andi. Dialektika Islam dan Multikulturalisme Indonesia. (Yogyakarta: Kurnia Kalam Semesta, 2009)
2.      Ismail, Faisal. Republika Bhineka Tunggal Ika (mengurai isu-isu konflik, multikulturalisme agama, dan sosial budaya. (Jakarta: Puslitbang Kehidupan Keagamaan, 2012)
3.      Mahfud, Choirul. Pendidikan Multikultural (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2006)









 


 

0 komentar:

Posting Komentar

Berikan tanggapanmu :)

 
;