Assalamulaikum
warahmatullahi wabarakatuh,
Yang terhormat
Ibu/Bapak Guru
Teman-teman sekalian
yang saya sayangi
Marilah kita panjatkan
puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, karena dengan rahmatnya kita bisa
berkumpul ditempat dan waktu yang baik ini
Dalam suasana yang
berbahagia ini, izinkan saya bercakap sepatah dua patah kata di depan rekan
semua. Tidak bermaksud untuk sok tahu atau sok benar, tapi di sini saya hanya
ingin berbagi motivasi dan bersama-sama mari kita saling menyemangati satu sama
lain. Di sini saya akan membahas tentang impian.
Impian adalah keinginan
yang kita yakini akan tercapai pada suatu saat, itulah impian. Salah satu great
problem yang banyak dikonsumsi oleh kaum muda (utamanya) dan dianggap sebagai
something not progresif oleh sebagian masyarakat adalah dengan mengesampingkan
untuk memiliki sebuah impian atau cita-cita. Padahal cita-cita adalah seperti
laiknya mesin pembangkit energi yang menjadi penggerak untuk maju. Cita-cita
merupakan hasrat yang akan menggerakkan manusia untuk mewujudkannya. Tidak
sedikit pula dari mereka yang menyamakan antara cita-cita/impian dengan
khayalan. Perlu digaris bawahi bahwasanya khayalan tidak sama dengan impian.
Khayalan tidak lebih hanya suatu bayangan yang sulit diraih. Khayalan tidak
memiiki landasan tujuan yang jelas. Khayalan hanya sekedar angan-angan atau
sebuah keinginan yang tak diusahakan.
Bermimpi adalah kunci
utama seseorang untuk meraih sesuatu yang didambakan. Merumuskan impian sama
dengan merumuskan masa depan. Sangat tidak mungkin jika manusia merumuskan masa
depan yang suram, tentunya manusia akan menurumuskan masa depan yang indah.
Namun jika seseorang takut bermimpi bukankah sama saja takut untuk mendapatkan
masa depan yang lebih baik? Dengan memiliki impian maka esensi dan value dalam
kehidupan kita akan lebih terlihat jelas, menambah spirit untuk mengikhtiarkan
apa yang diinginkan. Bukankah jika kita berusaha semaksimal mungkin untuk
merealisasikan apa yang kita impikan merupakan salah satu bentuk kodrat kita
sebagai makhlukNya untuk senantiasa berikhtiar dan berdo'a? Dari zaman dulu
hingga saat ini, orang-orang besar telah menyatakan pentingnya visi, impian,
tujuan dan cita-cita. Terciptanya Hawa juga karena visi seorang Adam bukan?
Penyelamatan yang
dilakukan Nabi Nuh terhadap umatnya dengan pembuatan sebuah kapal besar yang
memakan waktu lebih dari 100 tahun berawal dari sebuah visi yang direalisasikan
olehNya. Mekkah kota suci, yang telah diziarahi oleh miliaran manusia sejak
beribu-ribu tahun yang lalu dikaruniai oleh Yang Maha Agung untuk menjawab
impian dan do'a Nabi Ibrahim untuk membuat tempat yang sepi, tandus dan tidak
memiliki tanaman menjadi negeri yang aman, tenteram, makmur dan ramai
dikunjungi manusia.
1.
Socrates
mengatakan "Jalan terdekat untuk meraih kemuliaan adalah dengan berusaha
menjadi apa yang anda inginkan dan sesuai dengan apa yang anda pikirkan".
2. Abraham Lincoln mengingatkan "Anda
bisa menjadi apapun jika anda bertahan pada keinginan itu dengan satu
tujuan".
3.
Dr.
Patricia Boyle melalui penelitiannya "Impian membuat tubuh lebih kuat
melawan penyakit dan menjaga kesehatan psikologi".
"Gantungkanlah
cita-citamu setinggi langit, kalaupun tidak bisa mencapai langit setidaknya
telah bersama rembulan atau bintang". Batapa pentingnya memang untuk
memiliki mimpi, cita-cita atau visi dalam melangsungkan hidup, namun tak
sedikit pula orang yang meremehkannya. Bahkan di dunia akademisipun belum
pernah terdengar ada yang mengajarkan tentang manajemen impian atau cara-cara
dalam meraih mimpi. Perlu ditekankan bahwa memiliki impian adalah HAK bahkan
bisa dikatakan KEWAJIBAN setiap manusia dan itu adalah GRATIS.Demikian yang
bisa saya sampaikan,semoga bermanfaat bagi kita semua. Mohon maaf jika ada
salah kata.
Assalamu'alaikum
wr.wb.
0 komentar:
Posting Komentar
Berikan tanggapanmu :)