Tempatku
mencari muara ketenangan di kala raga dan jiwa tak sanggup lagi untuk bertahan.
Terkadang hidup memang begitu kejamnya sehingga kadang aku menjadi jatuh
terseok-seok. Tapi, aku selalu percaya ada tempat di mana aku bisa berkeluh
kesah, meraung-raung sesukaku dan menangis sejadi-jadinya tanpa perlu kelihatan
lemah di mata orang lain.
Ah,
mungkin aku memang sering menjadi sosok yang tak tahu diri. Bagaimana mungkin,
aku menyalahkan keadaan yang menyesakkan tanpa pernah aku melihat diriku
sendiri. Datang hanya ketika kesedihan melanda diri. Mungkin jika aku yang
diperlakukan seperti itu, aku akan marah sejadi-jadinya, dan takkan ada lagi
cinta di dada. Ya, karena memang aku tak sempurna. Bagaimana bisa aku menyalahkanMu,
jika aku saja tak sempat meluangkan waktuku untukMu. Aku memang tidak tahu
diri, Tuhan.
Meski
begitu menyebalkan, aku percaya, jika aku menjadi yang terbaik Engkau akan
memaafkanku, kan? Meski begitu banyak khilaf yang terjadi, aku percaya Engkau
akan memberikan yang terbaik untukku. Meski pahala tak menyamai dosa, aku
percaya Engkau akan selalu ada untuk hambaMu yang selalu berusaha.
Kau
memang segala sempurna, meski hambaMu meninggalkanMu berkali-kali, namun kau
tak lelah memberikan cintaMu pada mereka, meski terkadang caramu memberikan
cinta tak dipahami manusia. Pilihan terbaikMu yang kadang tak dapat diterima
manusia, tapi selalu menyisakan senyum di dada mereka setelah menyadarinya. Ya,
Engkau memang sangat pintar untuk menyadarkan hamba-hambaMu yang tak tahu diri
itu, tanpa terkecuali aku.
Kau
memang segala sempurna, Tuhan yang maha bercanda. Meski terkadang, aku terlalu
takut untuk tertawa. Tapi, padaMulah tempatku curahkan segala rasa. Meski, ada
kalanya juga aku menjadi sosok pelupa, lupa darimana kumemperoleh segala
kenikmatan dunia. Jangan lelah mencurahkan cintaMu kepadaku. Jadikanlah aku
sosok penebar bahagia untukMu dan orang terdekatku yang semoga Kamu sayangi
sepenuhnya.
Jadikanlah
aku sosok yang membanggakan untukMu dan mereka yang aku sayangi. Oh iya, apakah
Engkau tak berniat segera mengirimkan seseorang yang namanya tertera di Lauhul
Mahfudz-ku? Aku ingin segera menyempurnakan cintaku kepadaMu bersamanya. Tolong,
berikanlah sosok yang selalu ingat padaMu sebagai penuntun hidupku. Aku tidak
mau Engkau cemburu dan tak menyayangiku lagi. Ah, itu tidak mungkin kan? Engkau
kan pecinta terbaik. Engkau pasti tahu yang terbaik untukku, dan takkan tega
untuk menyesatkanku dan keluar dari jalanku mencintaiMu. Jadi... kirimkan yang
terbaik untukku dan untukMu ya.
Tolong
tegur aku ketika aku mulai melupakanMu, tapi jangan keras-keras ya, dengan
sangat baik aja. Agar aku tak pernah terlupa dengan segala kebaikanMu, dan tak
pernah lupa dengan caraku untuk menyukurinya. :))
Oh
iya, aku rindu surga. Besok kala waktunya tiba, bawa aku ke sana ya. Hehehe.
Sepertinya banyak yang aku minta ya, Tuhan? Padahal aku jarang menuruti
permintaanMu. Sekali lagi, aku memang tidak tahu diri.
Tertanda,
hambaMu
yang manja dan banyak maunya.
3 komentar:
Tuhan memang hebat ya :'D
-ika, tukangpos
Duhai Sang Maha Pencinta, dengarlah pecinta Mu ini.. :))
Kak Ika : iya kak :')
Italkspace : terimakasih sudah baca.. :')
Posting Komentar
Berikan tanggapanmu :)