Pages

Rabu, 12 Februari 2014

Pecinta Terbaik, Kau

Tempatku mencari muara ketenangan di kala raga dan jiwa tak sanggup lagi untuk bertahan. Terkadang hidup memang begitu kejamnya sehingga kadang aku menjadi jatuh terseok-seok. Tapi, aku selalu percaya ada tempat di mana aku bisa berkeluh kesah, meraung-raung sesukaku dan menangis sejadi-jadinya tanpa perlu kelihatan lemah di mata orang lain.


Ah, mungkin aku memang sering menjadi sosok yang tak tahu diri. Bagaimana mungkin, aku menyalahkan keadaan yang menyesakkan tanpa pernah aku melihat diriku sendiri. Datang hanya ketika kesedihan melanda diri. Mungkin jika aku yang diperlakukan seperti itu, aku akan marah sejadi-jadinya, dan takkan ada lagi cinta di dada. Ya, karena memang aku tak sempurna. Bagaimana bisa aku menyalahkanMu, jika aku saja tak sempat meluangkan waktuku untukMu. Aku memang tidak tahu diri, Tuhan.

Meski begitu menyebalkan, aku percaya, jika aku menjadi yang terbaik Engkau akan memaafkanku, kan? Meski begitu banyak khilaf yang terjadi, aku percaya Engkau akan memberikan yang terbaik untukku. Meski pahala tak menyamai dosa, aku percaya Engkau akan selalu ada untuk hambaMu yang selalu berusaha.

Kau memang segala sempurna, meski hambaMu meninggalkanMu berkali-kali, namun kau tak lelah memberikan cintaMu pada mereka, meski terkadang caramu memberikan cinta tak dipahami manusia. Pilihan terbaikMu yang kadang tak dapat diterima manusia, tapi selalu menyisakan senyum di dada mereka setelah menyadarinya. Ya, Engkau memang sangat pintar untuk menyadarkan hamba-hambaMu yang tak tahu diri itu, tanpa terkecuali aku.

Kau memang segala sempurna, Tuhan yang maha bercanda. Meski terkadang, aku terlalu takut untuk tertawa. Tapi, padaMulah tempatku curahkan segala rasa. Meski, ada kalanya juga aku menjadi sosok pelupa, lupa darimana kumemperoleh segala kenikmatan dunia. Jangan lelah mencurahkan cintaMu kepadaku. Jadikanlah aku sosok penebar bahagia untukMu dan orang terdekatku yang semoga Kamu sayangi sepenuhnya.

Jadikanlah aku sosok yang membanggakan untukMu dan mereka yang aku sayangi. Oh iya, apakah Engkau tak berniat segera mengirimkan seseorang yang namanya tertera di Lauhul Mahfudz-ku? Aku ingin segera menyempurnakan cintaku kepadaMu bersamanya. Tolong, berikanlah sosok yang selalu ingat padaMu sebagai penuntun hidupku. Aku tidak mau Engkau cemburu dan tak menyayangiku lagi. Ah, itu tidak mungkin kan? Engkau kan pecinta terbaik. Engkau pasti tahu yang terbaik untukku, dan takkan tega untuk menyesatkanku dan keluar dari jalanku mencintaiMu. Jadi... kirimkan yang terbaik untukku dan untukMu ya.

Tolong tegur aku ketika aku mulai melupakanMu, tapi jangan keras-keras ya, dengan sangat baik aja. Agar aku tak pernah terlupa dengan segala kebaikanMu, dan tak pernah lupa dengan caraku untuk menyukurinya. :))

Oh iya, aku rindu surga. Besok kala waktunya tiba, bawa aku ke sana ya. Hehehe. Sepertinya banyak yang aku minta ya, Tuhan? Padahal aku jarang menuruti permintaanMu. Sekali lagi, aku memang tidak tahu diri.

Tertanda,
hambaMu yang manja dan banyak maunya.

3 komentar:

Anonim mengatakan...

Tuhan memang hebat ya :'D

-ika, tukangpos

iTalkspace mengatakan...

Duhai Sang Maha Pencinta, dengarlah pecinta Mu ini.. :))

Himeka Kiririn mengatakan...

Kak Ika : iya kak :')

Italkspace : terimakasih sudah baca.. :')

Posting Komentar

Berikan tanggapanmu :)

 
;