TUGAS
IPA
Nama : Muslikhah Nur
Septianingrum
Kelas: X MM / 22
Pengertian Tsunami dan Tanda-Tandanya
1
2
3
4
5
Pengertian tsunami dan tanda-tandanya mungkin sudah
banyak diketahui oleh masyarakat kita, mengingat, Indonesia sering dilanda oleh
bencana tersebut. Yang paling baru adalah tsunami yang menimpa Pulau Mentawai,
26 Oktober 2010. Namun, bencana tsunami yang paling dahsyat abad ini adalah
tsunami yang terjadi pada tanggal 25-26 Desember tahun 2004.
Tsunami
setinggi 25 meter itu terjadi akibat gempa bumi di laut barat Sumatra atau
Samudra Hindia, menewaskan lebih dari 250 ribu nyawa manusia. Dan yang paling
banyak korbannya adalah warga Aceh dan sekitarnya. Korban lainnya adalah
negara-negara di pesisir Asia Tenggara, Asia Tengah,Asia Selatan, bahkan sebagian negara
Afrika.
Setelah
tsunami dahsyat Samudera Hindia pada bulan Desember 2004 tersebut, beberapa
negara memperbarui sistem peringatan tsunami mereka dan mulai untuk mendidik
warga mereka tentang tanda-tanda peringatan tsunami dan apa yang harus
dilakukan jika terjadi tsunami. Jika kita tinggal atau melakukan perjalanan di
daerah rawan tsunami, mengetahui tanda-tanda
peringatan tsunami dan apa yang harus dilakukan mungkin bisa menyelamatkan
nyawa kita.
Pengertian
Tsunami
Tsunami
adalah serangkaian gelombang yang disebabkan oleh tanah longsor atau gempa bumi
besar baik di daratan maupun di dasar laut. Tsunami juga bisa disebabkan oleh
meletusnya gunung api
yang berada di laut.
Tsunami
datang sebagai rangkaian gelombang yang dapat terjadi dalam waktu lima menit
sampai satu jam, ataupun jeda dalam waktu tersebut. Gelombang pertama belum
tentu yang paling berbahaya. Ukuran gelombang dapat berbeda di lokasi yang berbeda. Gelombang tsunami yang
sampai di daratan akan menyapu dan menghancurkan semuanya. Itulah pengertian
tsunami secara sederhana.
Sistem
Peringatan Tsunami
Sistem
Peringatan Tsunami harus dipasang di tempat-tempat rawan tsunami untuk mencegah
adanya korban jiwa jika tsunami tersebut terjadi. Sistem ini mencatat perubahan
tekanan dari dasar laut dan mengirimkan informasi ke sensor pada pelampung dan
kemudian kestasiun peringatan
melalui satelit. Jika perlu, pusat-pusat peringatan mengeluarkan peringatan
tsunami melalui stasiun radio dan TV untuk daerah yang bersangkutan.
Indonesia
sebagai negara kepulauan sekaligus rawan bencana tsunami harus mempunyai sistem
ini. Mungkin sudah ada beberapa yang dipasang, tapi sejauh ini, belum berfungsi
optimal. Terbukti, tsunami di Kepulauan Mentawai belum bisa dideteksi untuk
diumumkan kepadamasyarakat setempat.
Akibatnya, datangnya tsunami tidak disadari dan akhirnya memakan korban yang
tak sedikit. Lebih dari 100 orang meninggal dan 500 lebih orang dinyatakan
hilang. Jadi, Indonesia harus lebih melengkapi atau memasang tanda peringatan
tsunami yang lebih canggih.
Tanda-Tanda
atau Penyebab Terjadinya Tsunami
Pengetahuan
tentang pengertian tsunami juga harus dilengkapi dengan tanda-tanda atau
penyebab terjadinya tsunami. Adapun penyebab dan tanda-tanda terjadinya tsunami
antara lain sebagai berikut.
Gempa
Bumi
Sebuah
gempa lokal seringkali merupakan peringatan pertama tsunami. Jika kita
merasakan gempa di daerah rawan tsunami, dan mendengarkan peringatan dari radio atau TV, kita bersiap untuk pergi ke
tempat yang lebih tinggi.
Surut
Samudera
Tanda
lain dari tsunami adalah kenaikan tak terduga atau surutnya air laut dari
ketinggian biasanya. Air laut surut dengan cepat, terlihatnya dasar laut,
terumbu karang dan ikan merupakan pertanda bahwa gelombang
besar dalam perjalanan. Bila ini terjadi, kita harus segera pergi menuju tanah
tinggi atau minimal 4 mil dari pantai.
Suara
Gemuruh
Sebuah
tsunami yang sedang mendekati menciptakan suara keras seperti sebuah kereta
atau pesawat jet. Suaranya begitu bergemuruh. Jika Anda mendengar suara ini
tanpa alasan apapun, kemungkinan besar itu adalah tsunami yang sedang mendekati daratan. Cepat
siaga dan segera pergi ke dataran yang lebih tinggi atau daerah yang jauh dari
pantai.
Nah,
dengan mengetahui pengertian tsunami dan serta tanda-tandanya, diharapkan kita
akan lebih waspada terhadap tsunami. Terutama jika kita tinggal atau sedang
melakukan perjalanan di dekat pantai. Yang paling penting untuk menghindari
tsunami adalah, segera melakukan upaya penyelamatan jika tiba-tiba ada getaran
atau gempa bumi yang dirasakan. Seringkali, bahkan hampir selalu, tsunami
didahului atau disebabkan oleh gempa bumi di dasar laut.
Mengenal Penyebab Tsunami
1
2
3
4
5
Tsunami
merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di Indonesia. Keberadaan
pulau-pulau yang dikelilingi laut membuka peluang yang semakin besar bagi
terjadinya tsunami. Apabila air laut terpengaruh sehingga menyebabkan naiknya gelombanglaut
diluar batas normal, maka bencana tsunami dapat terjadi. Oleh karena itu ada
baiknya masyarakat lebih mengenal ciri-ciri dan penyebab tsunami.
Benda Langit
Benda Langit
Sebagai
peristiwa yang terjadi di lautan, penyebab
tsunami secara
umum dibagi dua, yaitu penyebab yang berasal dari dalam laut maupun penyebab
yang berasal dari atas atau luar laut. Penyebab yang berasal dari atas umumnya
berupa hempasan meteor atau benda langit yang jatuh dan masuk ke laut dengan
tingkat benturan yang keras sehingga menimbulkan gelombang besar.
Sekecil
apapun ukuran meteor namun karena kecepatannya yang tinggi akan menimbulkan
benturan yang kuat sehingga menghasilkan energi yang cukup besar pula bagi
terjadinya gelombang. Namun tsunami yang diakibatkan oleh jatuhnya benda
angkasa atau meteor sangat jarang terjadi.
Penyebab
tsunami yang paling sering terjadi berasal dari akfititas di dasar laut yang
memunculkan gangguan terhadap kondisi air laut. Penyebab ini meliputi hal-hal sebagai
berikut.
Gempa Bumi
Gempa Bumi
Pertemuan
antar lempeng kerak bumi dapat menimbulkan goncangan yang
dinamakan gempa tektonik. Kalau gempa ini terjadi di dasar laut, maka dapat
menimbulkan gangguan terhadap kondisi ekuilibrium dari air laut.
Proses
selanjutnya akan diikuti dengan upaya air laut untuk kembali pada kondisi
ekuilibrium tersebut mengikuti gravitasi. Gerakan ini dapat menyebabkan
terjadinya energi yang mendorong gelombang laut naik
secara vertical dan memunculkan tsunami.
Selain
itu, lempeng-lempeng kerak bumi biasanya melakukan gerakan pergeseran dalam
rentang waktu tertentu. Bila lempeng bumi bergerak secara vertikal dan berada di
dasar laut, maka air laut akan mengalami gerakan turun ke bawah maupun ke atas
mengikuti pergeseran lempeng bumi.
Besarnya
tekanan yang ditimbulkan akibat gerakan naik turun ini dapat menghasilkan
tenaga yang akan mendorong terjadinya gelombang dan dapat menjadi penyebab
tsunami.
Gunung Berapi
Gunung Berapi
Gelombang
tsunami juga dapat terjadi akibat aktifitas gunung berapi yang berada di dasar
laut. Aktifitas ini bisa sebagai akibat dari pergeseran lempeng bumi sehingga
menyebabkan guguran lava maupunbatuan gunung.
Bila
guguran lava ini terjadi dalam volume yang cukup besar, maka dapat menyebabkan
terganggunya kondisi air laut. Air laut yang terdesak dapat mendorong dan
memunculkan terjadinya gelombang besar tsunami.
Aktifitas
gunung berapi lainnya juga bisa menimbulkan gangguan terhadap kondisi air laut.
Di antaranya aktifitas magma yang menyebabkan terjadinya erupsi
maupun berupa letusan gunung seperti terjadi pada letusan Gunung Krakatau pada
tahun 1883 yang menjadi penyebab tsunami besar dan mengakibatkan tak kurang
dari 36 ribu orang meninggal dunia.
0 komentar:
Posting Komentar
Berikan tanggapanmu :)