Nama : Muslikhah Nur
Septianingrum
Kelas : X MM
No. : 23
TUGAS IPA
“Banjir”
Banjir adalah
dimana suatu daerah dalam keadaan tergenang oleh air dalam jumlah yang begitu
besar. Sedangkan banjir bandang adalah banjir yang datang secara tiba-tiba yang
disebabkan oleh karena tersumbatnya sungai maupun karena pengundulan hutan
disepanjang sungai sehingga merusak rumah-rumah penduduk maupun menimbulkan
korban jiwa.
Bencana
banjir hampir setiap musim penghujan melanda Indonesia. Berdasarkan nilai
kerugian dan frekuensi kejadian bencana banjir terlihat adanya peningkatan yang
cukup berarti. Kejadian bencana banjir tersebut sangat dipengaruhi oleh faktor
alam berupa curah hujan yang diatas normal dan adanya pasang naik air laut.
Disamping itu faktor ulah manusia juga berperan penting seperti penggunaan
lahan yang tidak tepat (pemukiman di daerah bantaran sungai, di daerah resapan,
penggundulan hutan, dan sebagainya), pembuangan sampah ke dalam sungai,
pembangunan pemukiman di daerah dataran banjir dan sebagainya.
Kenali Penyebab Banjir
·
Curah
hujan tinggi
·
Permukaan
tanah lebih rendah dibandingkan muka air laut.
·
Terletak
pada suatu cekungan yang dikelilingi perbukitan dengan pengaliran air keiuar
sempit.
·
Banyak
pemukiman yang dibangun pada dataran sepanjang sungai.
·
Aliran
sungai tidak lancar akibat banyaknya sampah serta bangunan di pinggir sungai.
·
Kurangnya
tutupan lahan di daerah hulu sungai.
Tindakan Untuk Mengurangi Dampak Banjir
·
Penataan
daerah aliran sungai secara terpadu dan sesuai fungsi lahan.
·
Pembangunan
sistem pemantauan dan peringatan dini pada bagian sungai yang sering
menimbulkan banjir.
·
Tidak
membangun rumah dan pemukiman di bantaran sungai serta daerah banjir.
·
Tidak
membuang sampah ke dalam sungai. Mengadakan Program Pengerukan sungai.
·
Pemasangan
pompa untuk daerah yang lebih rendah dari permukaan laut.
·
Program
penghijauan daerah hulu sungai harus selalu dilaksanakan serta mengurangi
aktifitas di bagian sungai rawan banjir.
Di Tingkat Warga
·
Bersama
aparat terkait dan pengurus RT/RW terdekat bersihkan lingkungan sekitar Anda,
terutama pada saluran air atau selokan dari timbunan sampah.
·
Tentukan
lokasi Posko Banjir yang tepat untuk mengungsi lengkap dengan fasilitas dapur
umum dan MCK, berikut pasokan air bersih melalui koordinasi dengan aparat
terkait, bersama pengurus RT/RW di lingkungan Anda.
·
Bersama
pengurus RT/RW di lingkungan Anda, segera bentuk tim penanggulangan banjir di
tingkat warga, seperti pengangkatan Penanggung Jawab Posko Banjir.
·
Koordinasikan
melalui RT/RW, Dewan Kelurahan setempat, dan LSM untuk pengadaan tali, tambang,
perahu karet dan pelampung guna evakuasi.
·
Pastikan
pula peralatan komunikasi telah siap pakai, guna memudahkan mencari informasi,
meminta bantuan atau melakukan konfirmasi.
Di Tingkat Keluarga
·
Simak
informasi terkini melalui TV, radio atau peringatan Tim Warga tentang curah
hujan dan posisi air pada pintu air.
·
Lengkapi
dengan peralatan keselamatan seperti: radio baterai, senter, korek gas dan
lilin, selimut, tikar, jas hujan, ban karet bila ada.
·
Siapkan
bahan makanan mudah saji seperti mi instan, ikan asin, beras, makanan bayi,
gula, kopi, teh dan persediaan air bersih.
·
Siapkan
obat-obatan darurat seperti: oralit, anti diare, anti influenza.
·
Amankan
dokumen penting seperti: akte kelahiran, kartu keluarga, buku tabungan,
sertifikat dan benda-benda berharga dari jangkauan air dan tangan jahil.
·
Matikan
aliran listrik di dalam rumah atau hubungi PLN untuk mematikan aliran listrik
di wilayah yang terkena bencana,
·
Mengungsi
ke daerah aman sedini mungkin saat genangan air masih memungkinkan untuk
diseberangi.
·
Hindari
berjalan di dekat saluran air untuk menghindari terseret arus banjir. Segera
mengamankan barang-barang berharga ketempat yang lebih tinggi.
·
Jika
air terus meninggi hubungi instansi yang terkait dengan penanggulangan
bencana seperti Kantor Kepala Desa, Lurah ataupun Camat.
Yang Harus Dilakukan Setelah Banjir
·
Secepatnya
membersihkan rumah, dimana lantai pada umumnya tertutup lumpur dan gunakan antiseptik
untuk membunuh kuman penyakit.
·
Cari
dan siapkan air bersih untuk menghindari terjangkitnya penyakit diare yang
sering berjangkit setelah kejadian banjir.
·
Waspada
terhadap kemungkinan binatang berbisa seperti ular dan lipan, atau binatang
penyebar penyakit seperti tikus, kecoa, lalat, dan nyamuk.
·
Usahakan
selalu waspada apabila kemungkinan terjadi banjir susulan.
0 komentar:
Posting Komentar
Berikan tanggapanmu :)