Kamu,
selaksa matahari. Selalu hadir setiap hari, menghangatkan. Meski tak selalu ada
di sisiku, aku tahu bahwa kamu selalu ada di sana. Di tempat seharusnya kamu
berada, di hatiku. Di mimpiku.
Kamu bukan pelangi, yang indahnya selalu
kunanti, tapi justru kamulah pencipta pelangi itu, kamu sumber kebahagiaanku,
sumber keindahan yang takkan pernah berhenti untuk kukagumi.
Tapi,
yang pasti, kamu itu adalah kamu, dengan segala keunikanmu yang membuatku
menjatuhkan hati kepadamu. Tempatku merasa nyaman yang semakin meyakinkanku
untuk menjadikanmu sebagai rumah, tempatku untuk berkeluh kesah. Serta tempatku untuk kembali pulang dari
kerumitan dunia yang selalu membuatku resah.
Kamu,
yang membuatku percaya, bahwa pulang tak sejauh yang kukira.
Maukah kau (juga) menjadikanku sebagai rumah(mu)?
0 komentar:
Posting Komentar
Berikan tanggapanmu :)