1.Data flow diagram (DFD)
Data Flow Diagram (DFD) adalah suatu diagram yang
menggunakan notasi-notasi untuk menggambarkan arus dari data sistem, yang
penggunaannya sangat membantu untuk memahami sistem secara logika, tersruktur
dan jelas.
DFD
merupakan alat bantu dalam menggambarkan atau menjelaskan sistem yang sedang
berjalan logis.
Suatu yang lazim bahwa ketika menggambarkan sebuah sistem kontekstual data flow diagram yang akan
pertama kali muncul adalah interaksi antara sistem dan entitas luar. DFD
didisain untuk menunjukkan sebuah sistem yang terbagi-bagi menjadi suatu bagian
sub-sistem yang lebih kecil adan untuk menggarisbawahi arus data antara kedua
hal yang tersebut diatas. Diagram ini lalu "dikembangkan" untuk
melihat lebih rinci sehingga dapat terlihat model-model yang terdapat di
dalamnya.
2.Entity Relationship Diagram (ERD)
Diagram Hubungan Entitas
atau entity relation diagram
merupakan model
data berupa notasi grafis dalam pemodelan data
konseptual yang menggambarkan hubungan antara penyimpan. Model data sendiri
merupakan sekumpulan cara, peralatan untuk mendeskripsikan data-data yang
hubungannya satu sama lain, semantiknya, serta batasan konsistensi. Model data
terdiri dari model hubungan entitas dan model relasional. Diagram hubungan
entitas ditemukan oleh Peter
Chen dalam buku Entity
Relational Model-Toward a Unified of Data. Chen mencoba merumuskan
dasar-dasar model dan setelah itu dikembangkan dan dimodifikai
oleh Chen dan banyak pakar lainnya. Pada saat itu diagram hubungan entitas
dibuat sebagai bagian dari perangkat lunak yang juga merupakan modifikasi
khusus, karena tidak ada bentuk tunggal dan standar dari diagram hubungan
entitas.
Kegunaan
Diagram
hubungan entitas digunakan untuk mengkonstruksikan model data konseptual,
memodelkan struktur data dan hubungan antar data dan mengimplementasikan basis data secara logika maupun secara fisik
dengan DBMS (Database
Management system). Dengan diagram hubungan entitas ini kita dapat
menguji model dengan mengabaikan proses yang harus dilakukan. Diagram hubungan
entitas dapat membantu dalam menjawab persoalan tentang data yang diperlukan
dan bagaimana data tersebut saling berhubungan.
Symbol
1. Entitas
Entitas adalah suatu objek yang dapat
didefinisikan dalam lingkungan pemakai, sesuatu yang penting bagi pemakai dalam
konteks sistem yang akan dibuat. Sebagai contoh pelanggan,
pegawai dll. Seandainya A adalah seorang pegawai maka A adalah isi dari
pegawai, sedangkan jika B adalah seorang pelanggan maka B adalah isi dari
pelanggan. Karena itu harus dibedakan entitas sebagai bentuk umum dari deskripsi tertentu dan isi entitas seperti A dan B
dalam contoh di atas.
- Fisik Entitas
Entitas yang bersifat
fisik. Contoh : pegawai, guru, dan karyawan.
- Konsep Entitas
Entitas yang tidak
bersifat konsep. Contoh: gaji,sekolah
- Entitas Kuat
Entitas
yang mempunyai atribut kunci. Entitas ini bersifat mandiri, keberadaanya tidak
bergantung pada entitas lainnya. Percepatan entitas kuat selalu memiliki
karakteristik yang unik disebut identifier
(sebuah atribut tunggal atau gabungan atribut-atribut yang secara unik dapat
digunakan untuk membedakannya dari entitas kuat yang lain).
Kebanyakan
entitas dalam suatu organisasi dapat digolongkan sebagai entitas kuat (strong entity) yaitu entitas yang
mandiri, yang keberadaannya tidak bergantung pada keberadaan entitas yang
lainnya. Instansiasi entitas kuat selalu memiliki karakteristik yang unik
(dinamakan identifier atau sering
disebut sebagai atribut pengidentifikasi) yaitu, sebuah atribut tunggal atau
gabungan atribut-atribut yang secara unik dapat digunakan untuk membedakannya
dari entitas kuat yang lain.
- Entitas Lemah
Entitas
yang tidak mempunyai atribut kunci. Entitas lemah diidentifikasikan dengan
menghubungkan entitas tertentu dari tipe entitas yang lain ditambah atribut
dari entitas lemah. Tipe entitas lain yang dipakai untuk mengidentifikasikan
suatu entitas lemah disebut identifying
owner dan relasi yang menghubungkan entitas lemah dengan
owner disebut identifying relationship
Contoh entitas pegawai
Atribut
Entytas mempunyai elemen yang disebut
atribut, dan berfungsi mendekripsikan karakter dari entitas. Atribut adalah
properti atau karakteristik yang dimiliki oleh suatu entitas dimana properti
atau karakteristik itu bermakna atau berarti bagi organisasi atau perusahaan,
misalnya untuk pencatatan data pegawai di suatu instansi, entitas pegawai mungkin
memiliki atribut-atribut nomor induk pegawai, nama, alamat, nomor telepon, gaji
pokok dan lainnya. Setiap diagram hubungan entitas bisa terdapat lebih dari
satu atribut. Atribut digambarkan dalam bentuk elips.Entitas
memiliki himpunan atribut yang berasosiasi dengannya.
2. Atribut
Atribut
terdiri dari atribut sederhana atau atormis, atribut komposit, atribut berharga
tunggal. atribut null-value,
atribut kunci, atribut bernilai banyak dan atribut turunan. Masing-masing
atribut memiliki ciri tersendiri. Atribut atormis tidak dapat dibagi-bagi
menjadi atribut yang sederhana. Atribut komposit adalah atribut yang dapat
dipecah menjadi atribut lain, misalnya atribut alamat dapat dipecah menjadi
atribut jalan, kecamatan, kelurahan,kota serta kode pos. atribut komposit
digunakan pada database untuk kemudahan menjawab pertanyaan-pertanyaan tertentu
dalam database atribut berharga tunggal mempunyai satu harga untuk entitas
tertentu, atribut null-value
tidak mempunyai nilai, atribut kunci merupakan atribut unik dari suatu entitas
dan nilai dari atribut kunci akan berbeda untuk masing-masing entitas.atribut
bernilai banyak adalah atribut yang entitasnya lebih dari satu, misalnya adalah
atribut hobi. Atribut hobi ini bisa terdiri dari atribut berenang, atribut voli
dan atribut berbelanja.atribut turunan merupakan atribut yang didapat dari
atribut lainnya.Pada entitas pegawai terdapat atribu nomor induk yang biasanya
terkandung nilai tahun masuk, misalnya NIP =5195025, berarti Pegawai yang
bersangkutan masuk pada tahun 1995), maka jika kita tambahkan atribut
Lama_Kerja pada entitas Pegawai, atribut Lama_Kerja dapat kita hitung dengan
cara mengurangkan tahun dimana perhitungan dilakukan (katakanlah 2005) dengan
tahun mahasiswa yang bersangkutan masuk ke Instansi (Hasilnya 10 tahun).
3. Hubungan Relasi
Relasi
adalah hubungan antara suatu himpunan dengan himpunan entitas yang lainnya.
Pada penggambaram diagram hubungan entitas, relasi adalah perekat yang
menghubungkan suatu entitas dengan entitas lainnya. Relasi merupakan hubungan
yang berarti antara suattu entitas dengan entitas lainnya. Frasa ini
berimplikasi bahwa relasi mengijinkan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang
berkaitan dengan hubungan suatu entits dengan lainya. Hubungan dibedakan antar
bentuk hubungan antar entitas dengan isi. Misalnya kasus hubungan antara
entitas pegawai dan entitas bagian adalah jam kerja, sedangkan isi hubungannya
dapat berupa total jam kerja, gaji lembur. Relasi digambarkan dalam bentuk
intan.
Pada
model data relasi hubungan antar data dihubungkan dengan kunci relasi. Tipe
hubungan diantara beberapa buah tipe entitas adalah kumpulan dari relasi di
antara entitas-entitas dari tipe entitas tersebut.
Karakteristik dari Relasi
Relasi mempunyai karakteristik terdiri
dari kumpulan tuple-tuple,
urutan dari tuple-tuple
merepresenrasikan data pada tingkat abstrak logis
dan urutam data dianggap penting.
Model Relasional
Model
relasional adalah model yang menggunakan sejumlah tabel untuk
menggambarkan data serta hubungan antara data-data. Setiap tabel memiliki
sejumlah kolom, setiap kolom memiliki nama yang unik. Model relasional memiliki
struktur record berformat
tertentu dimana masing-masing isinya memiliki tipe-tipe yang berbeda (Misalnya
tipe data untuk nomor induk pegawai adalah string, tentu berbeda dengan tipe data
untuk nama [misalnya: string] yang panjangnya tidak ditentukan, bergantung pada
komputer tempat aplikasi diimplementasikan.
3.Diagram Conteks (DC)
Diagram konteks adalah diagram yang terdiri dari
suatu proses dan menggambarkan ruang lingkup suatu sistem. Diagram konteks
merupakan level tertinggi dari DFD yang menggambarkan seluruh input ke sistem
atau output dari sistem.Ia akan memberi gambaran tentang keseluruhan sistem.
Sistem dibatasi oleh boundary (dapat digambarkan dengan garis putus). Dalam
diagram konteks hanya ada satu proses. Tidak boleh ada store dalam diagram
konteks.
Diagram konteks berisi gambaran umum (secara garis besar) sistem yang akan dibuat. Secara kalimat, dapat dikatakan bahwa diagram konteks ini berisi “siapa saja yang memberi data (dan data apa saja) ke sistem, serta kepada siapa saja informasi (dan informasi apa saja) yang harus dihasilkan sistem.”
Jadi, yang dibutuhkan adalah (1) Siapa saja pihak yang akan memberikan data ke sistem, (2) Data apa saja yang diberikannya ke sistem, (3) kepada siapa sistem harus memberi informasi atau laporan, dan (4) apa saja isi/ jenis laporan yang harus dihasilkan sistem.
Kata “Siapa” di atas dilambangkan dengan kotak persegi (disebut dengan terminator), dan kata “apa” di atas dilambangkan dengan aliran data (disebut dengan data flow), dan kata “sistem” dilambangkan dengan lingkaran (disebut dengan process).

Sebagai Contoh, beberapa kemungkinan (data) yang diberikan pembeli kepada kasir adalah : (1) barang yang ditanyakan, (2) barang yang akan dibeli, dan (3) Uang pembayaran. Sebaliknya, kemungkian informasi yang diberikan kasir kepada pembeli adalah (1) keadaan barang yang ditanyakan, (2) jumlah uang yang harus dibayar.
Sedangkan informasi yang diberikan kasir kepada Pemilik adalah Laporan Jumlah Uang Masuk beserta Jumlah Barang yang Terjualnya. DFD Konteksnya :

Diagram konteks berisi gambaran umum (secara garis besar) sistem yang akan dibuat. Secara kalimat, dapat dikatakan bahwa diagram konteks ini berisi “siapa saja yang memberi data (dan data apa saja) ke sistem, serta kepada siapa saja informasi (dan informasi apa saja) yang harus dihasilkan sistem.”
Jadi, yang dibutuhkan adalah (1) Siapa saja pihak yang akan memberikan data ke sistem, (2) Data apa saja yang diberikannya ke sistem, (3) kepada siapa sistem harus memberi informasi atau laporan, dan (4) apa saja isi/ jenis laporan yang harus dihasilkan sistem.
Kata “Siapa” di atas dilambangkan dengan kotak persegi (disebut dengan terminator), dan kata “apa” di atas dilambangkan dengan aliran data (disebut dengan data flow), dan kata “sistem” dilambangkan dengan lingkaran (disebut dengan process).

Sebagai Contoh, beberapa kemungkinan (data) yang diberikan pembeli kepada kasir adalah : (1) barang yang ditanyakan, (2) barang yang akan dibeli, dan (3) Uang pembayaran. Sebaliknya, kemungkian informasi yang diberikan kasir kepada pembeli adalah (1) keadaan barang yang ditanyakan, (2) jumlah uang yang harus dibayar.
Sedangkan informasi yang diberikan kasir kepada Pemilik adalah Laporan Jumlah Uang Masuk beserta Jumlah Barang yang Terjualnya. DFD Konteksnya :

0 komentar:
Posting Komentar
Berikan tanggapanmu :)