Pages

Minggu, 02 November 2014

lagi embuh hahahaha :(

Ibaratkan perjalanan cinta kita seperti pendakian kemarin. Kita selalu berjalan bersama, saling mendukung, dan berusaha selalu ada ketika saling membutuhkan. Kamu selalu menyemangatiku, mendorongku agar aku percaya dan yakin bahwa aku tidak akan terjatuh. Mendorongku dengan kata-kata dan tindakanmu, pelan-pelan. Tak ada pemaksaan. Dan kamu selalu ada di dekatku, memegang tanganku ketika aku membutuhkanmu.

Aku ingin hubungan yang seperti itu.....

Bukan yang seperti ini.

Hanya ada aku dan kamu..

Ibarat pendakian, aku mau menemani kamu dari nol. Berjuang bareng, nentuin jalan bareng, sampai tiba waktunya kita hampir menyerah dan berbalik... tapi, apa rela semua yang udah capek-capek kita perjuangkan hanya berujung dengan sia-sia? dan kita bangkit lagi.. kamu dengan semangat dan yakin, dan aku dengan segala ragu-raguku. Dengan semua pemikiran negatifku.. apa kita akan berhasil?

Tidakkah kau sadar, seperti itulah jalan percintaan kita?

Sampai ujungnya kita berada di puncak, kita mencapai apa yang kita impikan. Dan kita tinggal menikmati apa yang sudah kita perjuangkan hingga matahari terbenam di ufuk barat. Kelak, kita juga akan merasakannya, kah? Ketika kita bisa mencapai apa yang kita impikan bersama, mewujudkan semua impian kita satu demi satu yang kita rintis dari nol. Sampai tiba waktunya nanti kita tinggal menikmati semua hal yang sudah kita perjuangkan? Hingga perlahan senja datang menuju kita... ketika perlahan kulit kita mengkerut, dan hal yang bisa kita lakukan hanya bercerita. Menikmati dan mengenang perjalanan kita, menunggu sang matahari akan tenggelam, lain kata, menunggu sang malaikat datang menjemput salah satu dari kita....

Pernahkah kau berpikir sampai ke sana? Atau hanya aku? karena rasa cintaku yang terlalu besar kepadamu?

Aku butuh kamu selalu menggenggam tanganku seperti kemarin, membimbingku, mendorongku, meyakinkanku.. dan aku pun juga akan melakukan hal yang sama. Dan aku tidak akan pernah meninggalkanmu, meskipun engkau terjatuh, kita terjatuh. Kita tetap berjalan beriringan. Demi satu tujuan yang pasti.

Kebahagiaan.

So sweet ya? tapi entahlah... apakah kelak kita akan berhasil seperti kemarin? Atau kita akan berbalik mundur dan menyerah?

Tapi, pernahkan terpikirkan jika kemarin aku terjatuh dan membutuhkanmu, apakah kamu akan tetap ada? Seperti hari ini.... bayangkan. Bayangkan jika kemarin aku terjatuh, dan kamu meninggalkanku begitu saja. Mungkin aku akan baik-baik saja, atau tidak. Entahlah, aku tidak tau. Tapi untuk bangkit dan mengejarmu lagi, itu butuh waktu. Dan bisa saja kita, tidak akan bertemu, kita berbeda jalan. ibaratkan seperti itu jika aku membutuhkanmu dan kamu tidak ada. Ibaratkan seperti itu jika kita berpisah.

Sakit??

Ya.. terjatuh dan tak ada yang menolongmu itu sakit. tapi mungkin saja... mungkin saja... di tengah pendakian ke puncak itu, di jalan yang berbeda denganmu, aku bertemu dengan orang lain yang menyelamatkanku. Menggenggam tanganku dan mengajakku berjalan bersama.

Dan mungkin.... di puncak nanti kita bisa bertemu lagi, namun dengan teman seperjuangan yang berbeda....

Jalan mana yang akan kau tempuh? Mencapai puncak bersama... atau kau akan meninggalkanku lagi di saat aku membutuhkanmu? Mungkin sekali dua kali.. aku masih bisa memaafkanmu dan mengejarmu. Tapi jika sudah berkali-kali, mungkin aku akan mencari orang lain yang bisa menolongku.

Jalan mana yang akan kau tempuh?

Entahlah... aku hanya mengikutimu. :’) sampai tiba waktunya aku lelah, menyerah, dan tak bisa bangkit lagi... jangan menoleh ke belakang ketika sudah ada orang lain yang menggenggam tanganku. Mungkin kau akan bertemu dengan pendaki lain, atau sudah ada orang lain yang menunggumu di puncak, aku tidak tahu.

Tapi.. kau tahu? mendaki bersama itu selalu lebih menyenangkan daripada hanya menunggu di puncak. Berjuang bersama menggapai kesuksesan itu lebih seru, daripada hanya duduk-duduk santai menunggu kamu sukses.

Silakan kalau mau cari cewek lain yang lebih dewasa.. tapi ingat, udah jarang cewek yang mau dan tidak mengeluh ketika diajak untuk berjuang bersama.

Aku masih di sini... menunggu kamu berubah pikiran, menunggu kamu menjadi lebih baik, menunggu kamu berbalik arah dan menggandeng tanganku lagi.. Aku tidak bisa mengejarmu, aku terlalu lelah untuk berlari. Aku hanya bisa menunggumu di sini. Entah kapan engkau datang, semoga tidak ada orang lain yang menggenggam tanganku lebih dulu.

Aku masih di sini.. Sayang, aku hanya ingin memilikimu seutuhnya. Tidakkah kau mengerti? Bisakah kau rasakan sakitnya perasaanku? Kenapa semua ini kau ulangi lagi?


Sayangnya,, aku sudah terlanjur menyayangimu.........

Aku masih menunggu........... semoga kamu mengubah sikapmu.

0 komentar:

Posting Komentar

Berikan tanggapanmu :)

 
;