Ibaratkan perjalanan
cinta kita seperti pendakian kemarin. Kita selalu berjalan bersama, saling
mendukung, dan berusaha selalu ada ketika saling membutuhkan. Kamu selalu
menyemangatiku, mendorongku agar aku percaya dan yakin bahwa aku tidak akan
terjatuh. Mendorongku dengan kata-kata dan tindakanmu, pelan-pelan. Tak ada
pemaksaan. Dan kamu selalu ada di dekatku, memegang tanganku ketika aku
membutuhkanmu.
Aku ingin hubungan
yang seperti itu.....
Bukan yang seperti
ini.
Hanya ada aku dan
kamu..
Ibarat pendakian,
aku mau menemani kamu dari nol. Berjuang bareng, nentuin jalan bareng, sampai
tiba waktunya kita hampir menyerah dan berbalik... tapi, apa rela semua yang
udah capek-capek kita perjuangkan hanya berujung dengan sia-sia? dan kita
bangkit lagi.. kamu dengan semangat dan yakin, dan aku dengan segala
ragu-raguku. Dengan semua pemikiran negatifku.. apa kita akan berhasil?
Tidakkah kau
sadar, seperti itulah jalan percintaan kita?
Sampai ujungnya
kita berada di puncak, kita mencapai apa yang kita impikan. Dan kita tinggal
menikmati apa yang sudah kita perjuangkan hingga matahari terbenam di ufuk
barat. Kelak, kita juga akan merasakannya, kah? Ketika kita bisa mencapai apa
yang kita impikan bersama, mewujudkan semua impian kita satu demi satu yang
kita rintis dari nol. Sampai tiba waktunya nanti kita tinggal menikmati semua
hal yang sudah kita perjuangkan? Hingga perlahan senja datang menuju kita...
ketika perlahan kulit kita mengkerut, dan hal yang bisa kita lakukan hanya
bercerita. Menikmati dan mengenang perjalanan kita, menunggu sang matahari akan
tenggelam, lain kata, menunggu sang malaikat datang menjemput salah satu dari
kita....
Pernahkah kau
berpikir sampai ke sana? Atau hanya aku? karena rasa cintaku yang terlalu besar
kepadamu?
Aku butuh kamu
selalu menggenggam tanganku seperti kemarin, membimbingku, mendorongku,
meyakinkanku.. dan aku pun juga akan melakukan hal yang sama. Dan aku tidak
akan pernah meninggalkanmu, meskipun engkau terjatuh, kita terjatuh. Kita tetap
berjalan beriringan. Demi satu tujuan yang pasti.
Kebahagiaan.
So sweet ya? tapi
entahlah... apakah kelak kita akan berhasil seperti kemarin? Atau kita akan
berbalik mundur dan menyerah?
Tapi, pernahkan
terpikirkan jika kemarin aku terjatuh dan membutuhkanmu, apakah kamu akan tetap
ada? Seperti hari ini.... bayangkan. Bayangkan jika kemarin aku terjatuh, dan
kamu meninggalkanku begitu saja. Mungkin aku akan baik-baik saja, atau tidak. Entahlah,
aku tidak tau. Tapi untuk bangkit dan mengejarmu lagi, itu butuh waktu. Dan bisa
saja kita, tidak akan bertemu, kita berbeda jalan. ibaratkan seperti itu jika
aku membutuhkanmu dan kamu tidak ada. Ibaratkan seperti itu jika kita berpisah.
Sakit??
Ya.. terjatuh dan
tak ada yang menolongmu itu sakit. tapi mungkin saja... mungkin saja... di
tengah pendakian ke puncak itu, di jalan yang berbeda denganmu, aku bertemu
dengan orang lain yang menyelamatkanku. Menggenggam tanganku dan mengajakku
berjalan bersama.
Dan mungkin.... di
puncak nanti kita bisa bertemu lagi, namun dengan teman seperjuangan yang
berbeda....
Jalan mana yang
akan kau tempuh? Mencapai puncak bersama... atau kau akan meninggalkanku lagi
di saat aku membutuhkanmu? Mungkin sekali dua kali.. aku masih bisa memaafkanmu
dan mengejarmu. Tapi jika sudah berkali-kali, mungkin aku akan mencari orang
lain yang bisa menolongku.
Jalan mana yang
akan kau tempuh?
Entahlah... aku
hanya mengikutimu. :’) sampai tiba waktunya aku lelah, menyerah, dan tak bisa
bangkit lagi... jangan menoleh ke belakang ketika sudah ada orang lain yang
menggenggam tanganku. Mungkin kau akan bertemu dengan pendaki lain, atau sudah
ada orang lain yang menunggumu di puncak, aku tidak tahu.
Tapi.. kau tahu?
mendaki bersama itu selalu lebih menyenangkan daripada hanya menunggu di
puncak. Berjuang bersama menggapai kesuksesan itu lebih seru, daripada hanya
duduk-duduk santai menunggu kamu sukses.
Silakan kalau mau
cari cewek lain yang lebih dewasa.. tapi ingat, udah jarang cewek yang mau dan
tidak mengeluh ketika diajak untuk berjuang bersama.
Aku masih di
sini... menunggu kamu berubah pikiran, menunggu kamu menjadi lebih baik,
menunggu kamu berbalik arah dan menggandeng tanganku lagi.. Aku tidak bisa
mengejarmu, aku terlalu lelah untuk berlari. Aku hanya bisa menunggumu di sini.
Entah kapan engkau datang, semoga tidak ada orang lain yang menggenggam
tanganku lebih dulu.
Aku masih di
sini.. Sayang, aku hanya ingin memilikimu seutuhnya. Tidakkah kau mengerti? Bisakah
kau rasakan sakitnya perasaanku? Kenapa semua ini kau ulangi lagi?
Sayangnya,, aku
sudah terlanjur menyayangimu.........
Aku masih menunggu........... semoga kamu mengubah sikapmu.
0 komentar:
Posting Komentar
Berikan tanggapanmu :)