Pages

Sabtu, 21 Juni 2014

selamat tinggal

Kamu jahat! Kamu orang paling jahat yang pernah aku kenal! Aku emang gak sempurna, tapi aku berusaha sekuat yang aku bisa untuk menjadi yang terbaik buat kamu. Tapi itu semua nggak pernah terlihat di mata kamu. Aku mencoba bertahan walaupun hatiku berteriak sudah nggak tahan dengan semua perlakuanmu! Perlakuanmu yang nggak pernah peduli pada perasaanku! Kamu nggak pernah peduli sama apa yang aku rasa! Aku selalu mencoba menerima, mencoba mengerti ketika kamu jarang ada buat aku. tapi ketika aku sedang butuh kamu banget, dan kamu nggak ada. Itu sakit! sakit banget! Kamu nggak pernah tahu kan! kamu nggak pernah mau tahu tentang perasaanku! Yang kamu inginkan hanyalah menyuruhku untuk mengerti, mengerti, dan teruuuuus mengerti. Aku masih bisa terima awal-awalnya, tapi semakin ke sini kamu semakin menghancurkan semua harapanku! Aku kecewa! Bajingan!


Dan aku sudah pernah bilang ke kamu aku nggak suka kamu menyebarluaskan semua masalah yang ada di hubungan kita, bahkan kepada teman-temanku sekalipun! Aku juga nggak pernah cerita ke siapapun saat kita menghadapi masalah. Karena apa? karena aku menjaga nama baikmu di hadapan orang-orang terdekatku. Aku inggin mereka beranggapan bahwa kamu emang yang terbaik buat aku dan menyetujui hubungan kita. Tapi ternyata kamu nggak berpikiran sama seperti aku! aku benci! Aku benci banget sama kamu. Aku nggak pernah menuntut kamu untuk jadi yang terbaik. Aku suka kamu yang apa adanya. Apa aku salah hanya minta sedikit waktu dari kamu.. salahkah?! Iya mungkin itu emang salah banget buat kamu. Mungkin aja kamu emang nggak pernah seneng saat ada di sebelah aku. tapi aku enggak, cukup kamu di sebelahku aku udah merasa tenang, aman, dan aku bisa bersyukur! Mensyukuri banyak hal yang mungkin sulit aku lakukan saat aku jauh dari kamu.

Tapi mungkin kamunya aja yang nggak pernah berharap aku ada di sekitar hidup kamu, menemani kamu, membimbingmu menjadi yang terbaik, walaupun aku tahu semua itu nggak pernah terlihat di mata kamu. Karena di mata kamu, aku hanya wanita egois yang ingin semua keinginannya dituruti, aku hanya wanita egois yang selalu menginginkan kamu selalu ada hanya untuk membuatku senang.

Ya mungkin. Secara logika semuanya emang kamu yang benar. Tapi tolong lihat perasaanku! Kadang aku nggak bisa mengendalikan perasaanku sendiri. Kadang aku sangat butuh kamu, butuh hadirmu di sebelahku. Cukup kamu di sebelahku dan aku akan merasa menjadi perempuan paling bahagia di dunia ini!

Ah sudahlah. Aku bahkan nggak bisa menjelaskannya dengan kata-kata yang mudah. Ku terlalu emosional! Dan selamat tinggal! Aku harap kamu nggak pernah muncul di hadapanku lagi jika hanya akan membuatku terjatuh lagi! Jika apa yang kau lakukan hanya untuk membuatku terbang tinggi lalu menjatuhkanku kembali!

Untuk kali ini aku kembali menyesal. Padahal aku selalu berjuang untuk tidak menyesali setiap pilihan yang aku ambil. Untuk kali ini aku menyesal, menyesali pertemuanku denganmu yang hanya memberiku luka yang sangat sakit! menyesali pertemuanku denganmu yang hanya membuatku kembali merasakan luka lama yang terbuka kembali.

Aku menyesal. Aku menyesal mengenalmu. Dan aku kecewa, kecewa pada diriku sendiri yang dengan suka rela menyerahkan seluruh hati, jiwa dan ragaku hanya untukmu. Aku kecewa, ternyata aku menyerahkan hatiku hanya untuk dihancurkan!

Untuk yang aku cintai sepenuh hati. Semoga kamu menemukan kebahagiaanmu tersendiri. Yang bisa mengerti kamu, sabar menghadapimu, rela melakukan segalanya hanya untuk bersamamu. Dan bukan aku, aku lebih sayang pada hatiku sendiri daripada kamu!


Bye 150712, semoga aku bisa dengan cepat melupakanmu.

0 komentar:

Posting Komentar

Berikan tanggapanmu :)

 
;