Pages

Tampilkan postingan dengan label Study. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Study. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Mei 2017

Praktek, pertemuan 1



PERTEMUAN 1
PEMRROGRAMAN C++

TUJUAN :
1. Siswa mampu membuat algoritma
2. Siswa mampu menyusun program dengan C++
3. Siswa mampu mengunakan perintah cout dan cin

1. Pengantar C++
C++ diciptakan oleh Bjarne Stroustrup di laboratorium Bell pada awal tahun 1980-an, sebagai pengembangan dari bahasa C dan Simula. Saat ini, C++ merupakan salah satu bahasa yang paling populer untuk pengembangan software
berbasis OOP.
Kompiler untuk C++ telah banyak beredar di pasaran. Software developer yang paling diminati adalah Borland Inc. dan Microsoft Corp. Produk dari Borland untuk kompiler C++ adalah Turbo C++, Borland C++, Borland C++ Builder. Sedangkan dari Microsoft adalah Ms. Visual C++. Walaupun banyak kompiler yang tersedia, namun pada intinya bahasa pemrograman yang dipakai adalah C++. Sebelum mulai melakukan kode program, sebaiknya diingat bahwa C++
bersifat “case sensitive”, yang artinya huruf besar dan huruf kecil dibedakan.

2. Membuat Algoritma
JUDUL ALGORITMA
{ Penjelasan tentang algoritma, yang berisi uraian singkat mengenai apa yang dilakukan oleh algoritma }
DEKLARASI
{ Semua nama yang daipakai, meliputi nama tipe, Konstanta, variabel/perubah, nama prosedur dan nama fungsi didefinisikan disini }
DESKRIPSI
{ semua langkah/aksi algoritma dituliskan disini }

JUDUL ALGORITMA
Judul menyatakan nama algoritma. Nama algoritma sebaiknya singkat namun cukup
menggambarkan apa yang dilakukan oleh algoritma tersebut. Dibawah judul disertai
dengan penjelasan tentang apa yang dilakukan oleh algoritma.
Apabila judul tidak diawali dengan kata “procedure” atau “Function”, maka
algoritma tersebut menyatakan algoritma utama. Procedure dan function dipanggil dari algoritma utama.
Contoh judul :
JUDUL ALGORITMA
HITUNG_LUAS&KELILING_LINGKARAN
{menghitung luas lingkaran dan keliling untuk ukuran jari-jari tertentu }

KONVERSI_JAM
{ mengkonversi jam dalam jumlah detik }

DEKLARASI
Deklarasi adalah bagian untuk mendefinisikan semua nama yang dipakai di dalam
algoritma. Nama tersebut dapat berupa konstanta, variabel, nama tipe nama prosedur dan nama fungsi.
Contoh Deklarasi:
DEKLARASI
Constanta phi =3.14
jari,luas,keliling,phi : float
i : integer

DESKRIPSI
Bagian ini berisi langkah-langkah penyelesaian masalah. Notasi yang digunakan diantaranya output untuk mencetak data/informasi, input untuk membaca data dan
sebagainya
Contoh blok deskripsi:
DESKRIPSI
Input (jari)
keliling =2 * phi * jari
luas= phi * jari * jari
Output (keliling,luas)

Ketiga bagian tadi digabung menjadi sebagai berikut :
JUDUL ALGORITMA
       HITUNG_LUAS&KELILING_LINGKARAN
      {menghitung luas lingkaran dan keliling untuk ukuran jari-jari     tertentu }
DEKLARASI
      Constanta phi:real=3.14
      Jari,luas : real
DESKRIPSI
      Input (jari)
     keliling = 2 * phi * jari
     luas = phi * jari * jari
     Output (keliling, luas)

3. Langkah-Langkah Dalam Pembuatan Program:
            - Mendefinisikan masalah
            - mencari solusi untuk masalah
            - memilih teknik pemecahan masalah
            - menulis program
            - melakukan testing dan debugging
            - melakukan dokumentasi
            - melakukan pemeliharaan

4. Struktur Bahasa C++
Cara terbaik untuk balajar bahasa pemrograman adalah dengan langsung mempraktikannya. Cobalah contoh program berikut :
// program pertamaku
#include <iostream.h>
int main ()
{
cout << "Selamat Belajar C++";//
/*



*?
return 0;
}
Program di atas, misalnya dapat disimpan dengan nama latih1.cpp. Cara untuk
menyimpan dan mengkompile program berbeda-beda, tergantung kompiler yang
dipakai.

Ketika di-run, maka di layar akan muncul sebuah tulisan “Selamat Belajar C++”. Contoh di atas, adalah sebuah contoh program sederhana menggunakan C++. Namun, penggalan program tersebut telah menyertakan sintak-sintak dasar bahasa C++. Sintak dasar tersebut, akan kita bahas satu per satu:
// program pertamaku
merupakan sebuah baris komentar. Semua baris, yang ditandai dengan dua buah tanda slash (//), akan dianggap sebagai baris komentar dan tidak akan berpengaruh pada hasil. Biasanya, baris komentar dipakai oleh programmer untuk memberikan penjelasan tentang program.
Baris komentar dalam C++, selain ditandai dengan (//) juga dapat ditandai dengan (/*….*/)
Perbedaan mendasar dari keduanya adalah :
// baris komentar
/* blok komentar */
#include <iostream.h>
pernyataan yang diawali dengan tanda (#) merupakan pernyataan untuk menyertakan preprocessor. Pernyataan ini bukan untuk dieksekusi. #include <iostream.h> berarti memerintahkan kompiler untuk menyertakan file header iostream.h. Dalam file header ini, terdapat beberapa fungsi standard yang dipakai dalam proses input dan output. Seperti misalnya perintah cout yang dipakai dalam program utama.
int main ()
baris ini menandai dimulainya kompiler akan mengeksekusi program. Atau dengan kata lain, pernyataan main sebagai penanda program utama. Adalah suatu keharusan, dimana sebuah program yang ditulis dalam bahasa C++ memiliki sebuah main.
main diikuti oleh sebuah tanda kurung () karena main merupakan sebuah fungsi. Dalam bahasa C++ sebuah fungsi harus diikuti dengan tanda (), yang nantinya dapat berisi argumen. Dan sintak formalnya, sebuah fungsi dimulai dengan tanda {}, seperti dalam contoh program.
cout << "Selamat Belajar C++";
perintah ini merupakan hal yang akan dieksekusi oleh compiler dan merupakan perintah yang akan dikerjakan. cout termasuk dalam file iostream. cout merupakan perintah untuk menampilkan ke layar.
Perlu diingat, bahwa setiap pernyataan dalam C++ harus diakhiri dengan tanda semicolon (;) untuk memisahkan antara pernyataan satu dengan pernyataan lainnya.
return 0;
pernyataan return akan menyebabkan fungsi main() menghentikan program dan mengembalikan nilai kepada main. Dalam hal ini, yang dikembalikan adalah nilai 0. Mengenai pengembalian nilai, akan dijelaskan nanti mengenai
Fungsi dalam C++.

Contoh :
1. Mencari program untuk menghitung luas dan keliling lingkaran.Adapun rumus luas=π*r*r  dan keliling = 2 * π * r.
#include <iostream.h>
main()
{int jari;
int  luas, kell;
cout << "Masukan jari-jari= ";
cin >>jari;
luas=3.14*jari*jari;
kell=2*3.14*jari;
cout <<"Luas lingkaran = " << luas;
cout <<"Keliling lingkaran= " << kell;
}

Hasil :
 

Untuk ganti baris tambahkan  \n di akhir atau awal dari  kalimat, missal :
cout <<"\nKeliling lingkaran= " << kell;

 


2. Buatlah program untuk menghitung nilai dari persamaan berikut ini :
            X=a3+b2+c . Hitunglah X dengan  a, b, c sebagai nilai input.

#include <iostream.h>
main()
{int x,a,b,c;

cout << "Masukan nilai a= ";
cin >>a;
cout << "Masukan nilai b= ";
cin >>b;
cout << "Masukan nilai c= ";
cin >>c;
x=(a*a*a)+(b*b)+c;
cout <<"\nJadi nilai x = "<< x;
}
Hasil :





SOAL :
1.      Buatlah program untuk mencari konversi suhu dari celsius ke Fahrenheit, reamur dan Kelvin. Dengan rumus:
Fahreiheit= (9/5*C)+32
Reamur=(4/9*C)
Kelvin=273+C
Dengan C=derajat celsius

2.      Andi membeli buah rambutan sebanyak 8,5 kg. Harga per kilonya adalah Rp 2.000,00 . Buatlah  algoritma dan program untuk menghitung harga rambutan yang dbeli Andi.

3.      Titi ulang tahun dan mentraktir temen-temannya di rumah makan. Masing-masing dibelikan satu porsi bakso dan satu mangkuk es buah. Jumlah seluruh teman Titi ditambah Titi sendiri ditambah adalah 36. Jika harga satu porsi bakso Rp 8.000,00 dan satu mangkuk es buah Rp 3.000,00 . Buatklah program untuk menghitug jumlah uang dikeluarkan oleh Titi.
Catatan :Jumlah orang, harga bakso , harga es buah dimasukan dalam input

4.      Karno membeli sepeda motor dengan harga Rp 13.500.000,00 . Sebagai pembayaran awal karno membayar Rp 2.000.000,00 . Selanjutnya setiap bulan Karno harus mencicil Rp 400.000,00. Buatlah program untuk menghitung berapa bulan hutang Karno akan lunas.

5.      Buatlah  program yang dapat menerima masukan nama, NIS, serta delapan nilai tugas kemudian cari jumlah nilai dan rata-ratanya




Format Laporan :



SMK N 3 YOGYAKARTA
Algoritma dan Dasar Pemrograman
Nama:
Bidang Keahlian   : TIK
NIS:
Program Keahlian :  TKJ
Kelas:
No JOB : 01
PEMROGRAMAN C++
( cout dan cin )
Nilai
Tanggal Praktek:
I.                   TUJUAN
II.                HASIL PRAKTIKUM
1.      Soal




Hasil:

2.       
III.             KESIMPULAN





                                                                                                            PRAKTIKAN



                                                                                                _________________________

Rabu, 18 Januari 2017

Kemajuan Daulah Abbasiyah



TUGAS KELOMPOK MATA PELAJARAN
TARIKH
“Kemajuan Daulah Abbasiyah”





Disusun Oleh : Kristina Sanubari
 Muslikhah Nur Septianingrum
 Puji Lestari
 Ulva Apriliani Dewi
Kelas               : XI MM


PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK MULTIMEDIA
BIDANG KEAHLIAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
SMK MUHAMMADIYAH 1 BAMBANGLIPURA
Jl. Samas Km 2,3 Kanutan Sumbermulyo Bambanglipura Bantul Yogyakarta 55764
2012


KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum wr. wb.

            Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah mencurahkan segala rahmat dan hidayah-Nya sehingga dapat terselesaikannya Makalah mengenai “Kemajuan Daulah Abbasiyah” ini. Makalah ini dibuat untuk melaksanakan tugas Tarikh.

Dengan menyadari kekurangan dan keterbatasan yang ada, maka saran dan kritik yang bersifat membangun guna menyempurnakan makalah ini sangat diharapkan. Akhir kata semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.

Wassalammu’alaikum wr.wb.
















DAULAH BANI ABASIYAH ( KEMAJUAN DAN KEMUNDURAN )
BAB I
PENDAHULUAN

Dalam sejarah dunia, Islam sebagai salah satu bagian sejarah dunia, telah menorehkan sebuah sejarah yang sulit bahkan tidak mungkin terlupakan dalam sejarah bangsa-bangsa di dunia. Tercatat dalam sejarah dunia bahwa Islam memiliki sumbangan yang begitu besar untuk kemajuan peradaban dunia. Sumbangan-sumbangan besar itu di antaranya tercatat berasal dari satu kekhilafan Islam yakni Bani Abbasiyah.
Terlepas dari berbagai pendapat tentang Abbasiyah, kekhilafahan ini telah memberikan sumbangan besar bagi peradaban dunia. Pada masa ini banyak sekali muncul ilmuwan-ilmuwan besar dalam Islam. Seiring dengan hal di atas terjadi penerjemahan buku-buku karya bangsa diluar Islam, sehingga bertambah maraklah khazanah keilmuan Islam. Perpustakaan-perpustakaan dibangun, dan bagi yang memberikan sumbangan dalam khazanah ilmu, khalifah tidak segan-segan untuk memberikan pnghargaan.
Tidak hanya dalam bidang keilmuan, dalam bidang politik dan pemerintahan juga terjadi peningkatan yang luar biasa, Bidang seni, sosial mengalami peningkatan yang signifikan sehingga Abbasiyah tampak sebagai sebuah imperium baru yang sulit atau bahkan tidak tertandingi dalam masa itu dan mustahil untuk diruntuhkan.
Akan tetapi memang tidak bisa dipungkiri, betapapun hebat dan kuatnya sebuah imperium, tidak mampu mengalahkan kehendak Tuhan. Imperium Besar dalam sejarah inipun harus tunduk kepada Sunnatullah yang mengharuskannya untuk turun dari tahta kejayaanya, sehingga akhirnya ia harus rela kejayaanya terganti oleh kejayaan yang baru.
Berangkat dari hal diatas, makalah ini akan mencoba untuk meretas dan merajut benang-benang kusut sejarah., mencoba menampilkan setetes embun bening dari kejayaan Islam dalam bingkai Khilafah Bani Abbasiyah berikut setetes air keruh merosotnya khilafah ini, sehingga benar-benar khilafah ini, kini tinggalsebuah kenangan indah dalam sejarah Islam. Namun, pemakalah berharap dengan menampilkan sejarah ini, umat Islam akan kembali bangkit dari keindahan semu yang “menina bobokkannya” sehingga umat Islam mampu mewujudkan dimasa yang akan datang.
Keterbatasan penulis tentunya, membuat pemaparan sejarah ini, menjadi kurang sempurna dalam pembahasannya, sehingga harapan penulis, sumbangan masukan dan saran demi kesempurnaan makalah ini.
















BAB II
PEMBAHASAN
DAULAH BANI ABBASIAH
(KEMAJUAN DAN KEMUNDURAN)

A. Sepintas Khilafah Bani Abbas
Bani Abbas mewarisi imperium besar dari Bani Umayah. Hal ini merupakan satu modal besar bagi imperium baru ini untuk berkembang lebih besar, mengepakkan sayapnya di antero dunia. Imperium baru ini dinamakan khilafah Abbasiyah karena para pendiri dan penguasa dinasti ini adalah keturunan Al-Abbas paman Nabi Muhammad SAW.
Kemunculan Bani Abbasiyah berlatar belakang atas kekecewaan Bani Hasyim terhadap kepemerintahan Umayah. Mereka kemudian menggandeng kelompok-kelompok oposisi dalam masa itu seperti syiah dan mawali yang merasa dinomorduakan oleh Umayah untuk menyusun sebuah kekuatan baru dalam menumbangkan imperium besar yang dibangun oleh Umayah.
Pendiri Dinasti ini adalah Abdullah Al Saffah ibnu Muhammad ibnu Ali ibnu Abdullah ibnu Al-Abbas. Dalam literatur lain disebutkan bahwa pendiri dinasti ini adalah 3 orang, yaitu :
1. Ibrahim Al- Iman, seorang pembangun dan yang memperkokoh keluarga Bani Abbas.
2. Abu Abbas, seorang yang diangkat pertama kali sebagai Khalifah dari keturunan Bani Abbas dan yang memproklamirkan berdirinya daulah Bani Abbas.
3. Abu Ja’far Al-Mansur, seorang Khalifah Bani Abbas yang memperkuat berdirinya daulah Bani Abbas.
Kekuasaanya berlangsung dalam rentang waktuya panjang dari tahun 132 H (750 M) sampai 656 H (1258 M). Pemerintahan dinasti ini merupakan suatu pemerintahan yang cukup gemilang dalam berbagai hal diantaranya politik, kepemerintahan, sosial, seni dan yang tak kalah pentingnya adalah dunia ilmu pengetahuan. Walaupun yang relatif bertahan lama adalah perkembangan ilmu pengetahuan, sedang politik khususnya semakin menunjukkan kemunduran.
Pada masa pemerintahan ini, pola pemerintahan yang diterapkan berbeda-beda sesuai dengan perubahan politik, sosial dan budaya. Para sejarawan biasanya membagi masa pemerintahan dinasti ini kepada dalam lima periode:
1. Periode pertama (132 H/750 M - 232 H/847 M), disebut periode pengaruh Persia pertama.
2. Periode kedua (232 H/847 M - 334 H/945 M), disebut masa pengaruh Turki pertama.
3. Periode ketiga (334H/945M – 447H/1055M), masa kekuasaan dinasti Buwaihi dalam pemerintahan khalifah Abbasiyyah. Periode ini disebut juga pengaruh Persia kedua.
4. Periode kepada-empat (447 H/1055 M – 590 H/1194 M). Masa kekuasaan dinasti Bani Seljuk dalam pemerintahan Abbasiyyah, biasanya disebut juga dengan masa pengaruh Turki kedua.
5. Periode kelima (590 H/1194 M – 656 H/1258 M), masa khalifah bebas dari pengaruh dinasti lain, tetapi kekuasaannya hanya efektif di sekitar kota Bagdad.





B. Kemajuan Abbasiyah

Pemerintahan Abbasiyah mencapai masa keemasannya pada periode pertama. Secara politis, para khalifah betul-betul tokoh yang kuat dan merupakan pusat kekuasaan politik dan agama sekaligus. Kemakmuran masyarakat pada periode ini juga mengalami kemakmuran tingkat tinggi. Periode ini juga berhasil menyiapkan landasan bagi perkembangan filsafat dan ilmu pengetahuan dalam Islam. Namun setelah periode ini berakhir, pemerintahan Abbasiyah menurun dalam bidang politik, meskipun filsafat dan ilmu pengetahuan terus berkembang.
Masa pemerintahan Abu al-Abbas, pendiri dinasti ini sangat singkat, yaitu dari tahun 750 M - 754 M. Karena itu pemerintahan sebenarnya adalah Abu Ja’far al-Manshur (754 M - 775 M). Dia orang yang sangat keras menghadapi lawannya dari Ummayyah, Khawarij dan juga Syi’ah yang merasa dikucilkan dari kekuasaan. Demi mengamankan kekuasaannya tokoh-tokoh besar yang dianggap berbahaya disingkirkan, Abdullah bin Ali dan Shalih bin Ali, pamannya sendiripun yang sebelum yang ditunjuk sebagai gubernur Syiria dan Mesir oleh khalifah sebelumnya, dibunuh karena tidak mau membai’atnya dengan mengutus Abu Muslim Al-Khurasani yang kemudian disingkirkan karena dianggap berbahaya.
Pada awalnya ibukota Negara adalah Al-Hasyimiyah, dekat Khufah. Namun untuk lebih memantapkan dan menjaga stabilitas Negara, maka ibu kota dipindah di kota yang baru dibangunnya, Bagdad pada tahun 762 M. Abbasiyah mencapai puncak kejayaannya di zaman Harun Al-Rasyid (786-809 M) dan puteranya al-Makmun (813 – 833 M). Kekayaan yang banyak dimanfaatkan Harun Al-Rasyid untuk keperluan sosial. Rumah sakit, lembaga pendidikan, dan farmasi didirikan. Tercatat ada 800 orang dokter. Pemandian-pemandian umum dibangun. Tingkat kemakmuran yang paling tinggi terwujud pada zaman khalifah ini, kesejahteraan sosial, kesehatan pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan serta kesusastraan berada pada zaman keemasannya Islam menjadi sebuah Negara terkuat dan tak tertandingi.
Periode berikutnya Al-Ma’mun, pengganti Al-Rasyid, adalah seorang yang cinta pada ilmu pengetahuan. Pada masa inilah terjadi peristiwa penerjemahan buku-buku asing. Khalifah sangat menghargai terhadap siapa saja yang menemukan dan mengadakan penelitian terhadap ilmu pengetahuan. Khalifah tidak segan-segan untuk memberikan hadiah yang besar bagi mereka. Pada masa ini pula dibangun perpustakaan yang menjadi salah satu karya besarnya yaitu Baitul Hikmah, yang berfungsi sebagai pusat penerjemahan dan perguruan tinggi. Pada masa ini pula Baghdad mulai menjadi pusat kebudayaan dan ilmu pengetahuan.
Abbasiyah juga tercatat sebagai dinasti yang telah memunculkan ilmuwan-ilmuwan besar dunia sepanjang masa, baik di bidang agama maupun pemikiran. Tercatat sebagai ulama dan ilmuwan besar pada masa Abbasiyah adalah Abu Hanifah dengan madzhab hukumnya, Imam Malik dengan sifat madzhab tradisionalnya dan Imam Syafi’i dengan sifat moderatnya. Termasuk pula ilmuwan sekaligus filosof seperti Al-Kindi, Al-Farabi, Ibnu Sina, Ibnu Miskawaih, Al-Ghazali, maha guru tasawuf dengan kitab monumentalnya Ihya “Ulumuddin dan masih banyak lagi ilmuwan-ilmuwan yang lain.
Di sisi lain Abbasiyah juga memberi peluang besar bagi orang-orang di luar Arab yang pada masa Umayah dinomor duakan untuk masuk dalam pemerintahan, yang dimulai dengan keberadaan mereka sebagai tentara pengawal, sehingga ketentraman pada masa ini terbina dengan sangat professional. Namun demikian banyak sekali tantangan-tantangan yang mengganggu stabilitas baik di kalangan Abbas sendiri maupun di luar.
Dari gambaran tentang Abbasiyah di atas terlihat bahwa Abbasiyah lebih menekankan pembinaan peradaban dan kebudayaan lebih dibanding daripada perluasan wilayah. Akan tetapi pada ciri-ciri khusus Bani Abbasiyah yang tidak terdapat pada Bani Umayah,
1. Dengan berpindahnya ibukota kepada Bahdad, Abbasiyah jauh dari pengaruh Arab.
2. Dalam penyelenggaraan Negara, dalam Abbasiyah terdapat wazir, yang membawahi kepala departemen-departemen.
3. Ketentaraan professional.



C. Kemunduran Abbasiyah

Sebuah hal yang hampir pasti, bahwa kekuasaan dan kebesaran akan berganti, bergeser dari tempat yang satu kepada tempat yang lain. Imperium besar yang telah dibangun Abbasiyah dengan pondasi yang kuat, seolah tidak terjatuhkan, harus tunduk kepada hukum Tuhan. Sebuah imperium besar harus mengalami kemunduran untuk kemudian berganti dengan imperium baru.
Kemunduran Abbasiyah disebabkan oleh beberapa faktor. Namun faktor-faktor kemunduran itu tidak datang secara tiba-tiba. Benih-benihnya sudah terlihat pada periode pertama, hanya karena khalifah pada periode ini sangat kuat, benih-benih ini tidak sempat berkembang. Dalam catatan sejarah, kekuasaan Abbasiyah apabila dipimpin oleh Khalifah yang kuat, maka para menteri cenderung sebagai kepala pegawai sipil, namun sebaliknya apabila khalifah lemah, mereka akan berkuasa mengatur roda pemerintahan.
Inilah yang kemudian menyebabkan Abbasiyah mulai mundur dimasa kejayaannya. Namun demikian, kelemahan khalifah ini bukan merupakan satu-satunya faktor penyebab kemunduran Abbasiyah. Di antara faktor-faktor yang menyebabkan kemunduran Abbasiyah adalah sebagai berikut:
1. Persaingan antar bangsa
Khilafah Abbasiyah didirikan oleh Bani Abbas yang bersekutu dengan orang-orang Persia. Ini dilatarbelakangi persamaan nasib selama pemerintahan Umayah. Persekutuan ini tetap berjalan sampai akhirnya Abbasiyah berkuasa. Pada saat itu mereka menjadi warga kelas satu.
Meskipun demikian orang-orang Persi merasa tidak puas. Mereka menginginkan sebuah dinasti dengan raja dan pegawai orang Persi pula. Sementara orang Arab beranggapan darah yang mengalir di tubuh mereka adalah darah (ras) istimewa dan mereka menganggap rendah bangsa non-Arab di dunia Islam.
Wilayah Abbasiyah yang luas terbentang meliputi berbagai bangsa yang berbeda seperti Maroko, Mesir, Syiria, Irak, Persia, Turki, dan India yang hanya disatukan bangsa Semit, menyebabkan munculnya fanatisme bangsa yang melahirkan gerakan syu’ubiyah. Kecuali Islam, pada waktu itu tidak ada kesadaran yang merajut elemen-elemen yang bermacam-macam tersebut dengan kuat.
2. Kemerosotan Ekonomi
Abbasiyah mengalami kemerosotan ekonomi bersamaan dengan kemunduran bidang politik. Menurunnya pendapatan Negara pada masa ini, disebabkan oleh makin menyempitnya wilayah kekuasaan, banyaknya kerusuhan yang mengganggu perekonomian rakyat, diperingannya pajak, dan banyaknya dinasti-dinasti kecil memerdekakan diri dan tak membayar upeti. Sedang pengeluaran membengkak karena kehidupan khalifah dan pejabat yang mewah dan maraknya korupsi para pejabat.


3. Konflik Keagamaan
Fanatisme keagamaan berkaitan erat dengan persoalan kebangsaan. Karena cita-cita Persi yang tidak sepenuhnya tercapai, mereka mempropagandakan ajaran Manuisme, Zoroatisme, dan Mazdakisme. Munculnya gerakan yang kemudian dikenal dengan gerakan Zindiq ini menggoda keimanan khalifah. Al-Mansur berusaha memberantasnya. Al-Mahdi bahkan mendirikan jawatan khusus untuk mengawasi kegiatan orang–orang Zindiq dan melakukan Mihnah dengan tujuan memberantas bid’ah. Namun semua itu tidak menghentikan kegiatan mereka.
Disaat gerakan ini mulai tersudut, pendukungnya banyak yang berlindung di balik ajaran Syi’ah, sehingga banyak aliran Syi’ah yang dipandang ghulat (ekstrim) dan dianggap menyimpang penganut Syi’ah sendiri. Aliran Syi’ah adalah aliran politik dalam Islam yang dihadapkan pada paham Ahlus Sunnah. Antara keduanya sering terjadi konflik yang sering melibatkan penguasa. Al-Mutawakkil misalnya memerintahkan agar makam Husein di Karbella dihancurkan. Namun Al-Munthasir, anaknya kembali membolehkan Syi’ah menziarahi makam Husein.
Tidak hanya terbatas konflik antara Muslim dan Zindiq atau Ahlus Sunnah dan Syi’ah saja. Antar aliran dalam Islam pun juga mengalami konflik. Mu’tazilah yang rasional dituduh sebagai pembuat bid’ah oleh golongan salaf. Perselihan ini dipertajam Al-Ma’mun dengan menjadikan Mu’tazilah sebagai madzhab resmi Negara dan melakukan Mihnah. Pada masa Al-Mutawakkil, Mu’tazilah dibatalkan sebagai madzhab Negara dan golongan salafpun naik daun.
4. Ancaman dari Luar
Disamping faktor-faktor internal di atas ada pula sebab-sebab Abbasiyah lemah dan akhirnya hancur. Pertama, perang salib yang berlangsung beberapa gelombang dan menelan banyak korban. Kedua, serangan tentara Mongol kepada wilayah Islam.



KESIMPULAN

Dari pemaparan di atas dapat diambil kesimpulan:

1.Abbasiyah mengalami kemajuan diawal-awal pemerintahannya.
2.Abbasiyah mengalami kemajuan luar biasa khususnya dalam bidang ilmu pengetahuan.
3.Abbasiyah lebih menekankan pada pengembangan peradaban dan kebudayaan Islam daripada perluasan wilayah.
4.Kemunduran Bani Abbas disebabkan oleh beberapa faktor di antaranya:
a. Kelemahan para Khalifah
b. Persaingan antar bangsa
c. Kemerosotan ekonomi
d. Konflik keagamaan
e. Ancaman dari luar






DAFTAR PUSTAKA




























 
;