PROPOSAL USAHA
“HIME CUP CAKE SPORT”
Disusun dalam rangka menyelesaikan
tugas kewirausahaan

Disusun Oleh :
Muslikhah Nur
Septianingrum
XII MM/19
PROGRAM
KEAHLIAN TEKNIK MULTIMEDIA
BIDANG
KEAHLIAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
SMK
MUHAMMADIYAH 1 BAMBANGLIPURO
Jl. Samas Km 2,3
Kanutan, Sumbermulyo, Bambanglipuro, Bantul
2014
HALAMAN PENGESAHAN
PROPOSAL USAHA
“ HIME CUP CAKE SPORT “
Oleh
:
Muslikhah
Nur Septianingrum
Proposal
usaha ini telah disyahkan pada tanggal :
24
Februari 2014
Mengetahui
Bantul,
24 Februari 2014
Guru
Pembimbing,
RINTO
KURNIAWAN, SE
KATA PENGANTAR
Puji
syukur saya ucapkan kepada Allah SWT, karena berkat rahmat-Nyalah saya dapat
menyelesaikan proposal usaha yang berjudul Hime CupCake ini dengan baik dan
tepat waktu. Proposal usaha ini dibuat untuk memenuhi tugas akhir
kewirausahaan.
Saya
menyadari bahwa penyusunan proposal usaha ini masih banyak kekurangan. Untuk
itu saya mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca serta
dosen pembimbing mata kuliah yang bersangkutan. Saya berharap semoga proposal usaha
ini dapat berguna bagi saya dan para pembaca. Dan semoga dengan adanya proposal
usaha ini saya dapat mengembangkan dan menyukseskan serta merealisasikan tujuan
dari proposal ini.
Yogyakarta,
19 Februari 2014
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR ...................................................................................... 3
DAFTAR
ISI ..................................................................................................... 4
I.
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ........................................................................................ 6
1.2 Visi .......................................................................................................... 6
1.3 Misi ......................................................................................................... 7
1.4 Tujuan Usaha .......................................................................................... 7
II.
RINGKASAN BISNIS
2.1
Profil Usaha ........................................................................................... 8
2.2
Gambaran Awal Usaha .......................................................................... 8
III.
PRODUK
3.1 Gambaran Produk ................................................................................... 9
3.2 Gambaran Persaingan .............................................................................. 9
3.3 Gambaran Penjualan ............................................................................... 9
IV.
ANALISIS SWOT
4.1 Strength (Kekuatan) ............................................................................. 11
4.2 Weakness (Kelemahan) ......................................................................... 11
4.3 Opportunity (Peluang) .......................................................................... 11
4.4 Threat (Ancaman) ................................................................................. 12
V.
PERENCANAAN KEUANGAN
5.1 Biaya Tetap (Fixed Cost) ...................................................................... 13
5.2 Biaya Variabel (Variabel Cost) ............................................................. 13
5.3 Total Biaya (Total Cost) ........................................................................ 14
5.4 Pendapatan ............................................................................................ 14
5.5 Penetapan Harga ................................................................................... 14
5.6 Analisis Titik Impas (Break Event Point)
............................................. 15
VI.
PENUTUP
6.1 Antisipasi Masa Depan ......................................................................... 16
6.2 Kesimpulan ........................................................................................... 16
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Zaman
dulu orang membeli makanan hanya berpedoman pada rasanya yang enak dan murah,
ini terutama bagi kalangan masyarakat menengah ke bawah. Dua hal inilah yang
menjadi prioritas utama dalam membeli makanan. Akan tetapi akhir-akhir ini
kecenderungan masyarakat kita dalam membeli makanan adalah memperhatikan rasa,
gizi yang terkandung dalam makanan tersebut, baru kemudian memikirkan harga.
Oleh karena itu, roti banyak menjadi
pilihan manusia untuk makanan ringan, dimana dari segi rasa, roti menawarkan
cukup banyak rasa yang ditawarkan dan enak, dari segi gizi juga memenuhi
kebutuhan gizi manusia, dari segi harga, roti mudah dijangkau semua kalangan
masyarakat.
Akhir-akhir
ini sering kali kita lihat pada media televisi, koran, serta internet banyak
sekali pemberitaan mengenai sepakbola terutama pada FIFA World Cup 2014 yang
diikuti oleh berbagai club-club sepak bola terbaik didunia yang sedang digilai
oleh sebagian masyarakat luas, maka dari itu saya terinspirasi untuk membuat
Toko Kue bernama Hime Cup Cake Sport. Hime adalah sebuah kata dalam bahasa
Jepang yang berarti putri. Peluang usaha di depan mata, tidak ada salahnya
kalau saya memulai sekarang. Inilah yang melatar belakangi berdirinya sebuah
Toko Kue bernama “Hime Cup Cake Sport”.
1.2 Visi
a. Memberikan style baru produk cupcake
untuk memuaskan para konsumen.
b. Memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya.
c. Menjadi salah satu usaha kuliner
tersukses di Yogyakarta, bahkan Indonesia.
1.3 Misi
a. Terus berinovasi dalam menciptakan menu
cup cake dengan bentuk-bentuk yang unik dan menarik.
b. Menciptakan bentuk-bentuk dan ide-ide
kreatif sebagai penarik minat para pembeli.
c. Memberikan pelayanan yang baik dan ramah
dalam upaya menarik pembeli.
d. Menjual produk dengan harga yang
terjangkau tetapi dengan kualitas dan rasa yg memukau.
1.4 Tujuan Usaha
Menjadi
salah satu usaha kuliner yang sukses di Yogyakarta dengan omset yang tinggi
sehingga dapat membuka banyak cabang di Indonesia dan menampung banyak
karyawan.
BAB II
RINGKASAN BISNIS
2.1 Profil Usaha
Nama
Usaha : Hime Cup Cake Sport
Jenis
Usaha : Kuliner
Alamat
Usaha : Jalan Gajah Mada 15 Pakualaman Yogyakarta
Telepon : 081804090422
2.2 Gambaran Awal Usaha
Usaha
ini merupakan usaha saya yang pertama. Saya memutuskan untuk mengurusi dan
melayani pelanggan sendiri tanpa pegawai. Dana awal saya dapatkan dari
investasi saya dalam mendirikan usaha ini. Selanjutnya saya akan menyewa tempat
sebagai lokasi usaha saya dan membuat surat izin usahanya.
BAB III
PRODUK
3.1 Gambaran Produk
Cup
cakes saya memiliki berbagai keistimewaan dibandingkan kue pernikahan
konservatif, karena dapat disajikan dengan berbagai rasa. Tidak hanya satu rasa
yang biasa terdapat di banyak kue pernikahan. Dengan menggunakan cup cakes
berbagai rasa yang berbeda dengan desain sport yang bermacam-macam, maka para
tamu dapat menemukan rasa yang mereka kehendaki. Cup cakes sangat praktis,
karena tidak perlu memotong-motong kue lagi. Sedangkan sebagai souvenir, cukup
dikemas dalam wadah kotak atau plastik mika.
3.2 Gambaran Persaingan
Untuk
saat ini saya mempunyai beberapa pesaing. Pengaruh pesaing terhadap penjualan
cup cake saya agak sedikit berpengaruh karena pesaing saya namanya sudah lebih
dikenal dan lokasi penjualan mereka cukup strategis sehingga banyak orang yang
melakukan aktifitas, berkunjung dan membeli cup cake dan berbagai varian produk
mereka.
3.3 Gambaran Penjualan
Dalam
pelaksanaannya nanti, saya akan menjual cupcake sport di Jalan Gajah Mada 15
Pakualaman Yogyakarta. Lokasi yang dipilih merupakan suatu tempat yang
strategis karena terdapat banyak sekolah dimulai dari SD, SMP, kampus, dan
beberapa kantor. Lokasi saya mudah terlihat dan berada di jalan utama yang
merupakan jalan lalu lalang masyarakat sekitar sehingga dapat dengan mudah
dicari dan didatangi yang merupakan salah satu tempat yang strategis di Yogyakarta.
Saya juga membuka pesanan yang di desain sesuai selera konsumen. Dalam hal ini
pesanan dapat langsung diambil di tempat saya atau diantar (via delivery) yang
memudahkan konsumen untuk mengonsumsi dan memesan cup cakes saya.
BAB IV
ANALISIS SWOT
4.1 Strenght (Kekuatan)
a. Serbaguna, selain untuk dikonsumsi
sendiri dapat juga dijadikan sebagai oleh-oleh dan souvenir acara seperti
pernikahan, ulang tahun dan lain-lain yang praktis, tidak merepotkan dan
digemari penikmat kue.
b. Trendi, terlihat di beberapa contoh cup cake
di sejumlah media, penataan yang cukup banyak dan memukau. Apalagi ketika
ditumpuk bersama-sama pada setiap lapisan tempat cup cake, maka tampilannya
akan sangat mengesankan.
c. Mempunyai ciri khas tampilan dan rasa
yang berbeda dengan usaha cup cake yang lainnya yaitu cup cake variasi olahraga
dengan varian rasa.
d. Tempatnya strategis sehingga mudah untuk
dikunjungi.
e. Rasa yang kompetitif.
f. Harganya cukup murah, terjangkau,
pelayanan memuaskan, rapi dan bersih.
4.2 Weakness
(Kelemahan)
a. Tidak cocok bagi orang yang tidak suka
roti.
b. Belum mempunyai cabang.
4.3 Opportunity
(Peluang)
a. Digemari sebagian besar masyarakat,
khususnya pecinta olahraga seperti sepak bola, basket, bulu tangkis, renang,
dll.
b. Ciri khas menu dan tampilan cup cake
yang variatif dan dibuat sesuai selera menjadikan usaha ini sangat menjanjikan.
c. Adanya layanan pesan antar dengan ongkos
kirim yang terjangkau sehingga konsumen tetap dapat menikmati produk cup cake
kami tanpa keluar rumah.
d. Budaya masyarakat yang konsumtif.
4.4 Threat (Ancaman)
a. Banyak saingan yang namanya sudah lebih
melambung dan dikenal konsumen.
b. Harga bahan baku yang sewaktu-waktu bisa
naik dapat menyebabkan kenaikan harga cupcakes yang mungkin dapat mengurangi
pembeli.
BAB V
PERENCANAAN KEUANGAN
Total
biaya pembangunan usaha Hime Cup Cake Sport tersebut sebesar
Rp
9.963.000,00 dengan rincian sebagai berikut :
5.1
Biaya Tetap (Fixed Cost)
·
Kontrak
toko/bulan
Rp 400.000,-
·
Kursi,
meja, lemari, etalase Rp 3.000.000,-
·
Kitchen
Set
Rp 1.840.000,-
·
Peralatan
memasak lainnya Rp
850.000,-
·
Lap
Tangan
Rp 30.000,-
·
Kotak
sampah dan ember
Rp 30.000,-
·
Bola
lampu
Rp 100.000,-
·
Kulkas
Rp 1.500.000,-
·
Listrik,
air, dll Rp 150.000,-
·
Pembuatan
banner, stiker daftar harga Rp 100.000,-
Total
Rp 8.000.000,-
5.2 Biaya Variabel
(Variable Cost) per Bulan
·
Terigu
Rp 500.000,-
·
Coklat
blok dan ceres Rp 200.000,-
·
Pengembang
kue Rp 30.000,-
·
Pewarna
kue
Rp
40.000,-
·
Aneka
Buah (hiasan) Rp 300.000,-
·
Susu
Rp
300.000,-
·
Mentega/margarin Rp 200.000,-
·
Gas Rp 300.000,-
·
Plastik,
kertas roti, dll
Rp
250.000,-
Total
Rp
2.120.000,-
5.3 Total Biaya (Total
Cost)
TC
= TFC + TVC
TC
= Rp 8.000.000,- + Rp 2.120.000,-
TC
= Rp 10.120.000,-
5.4 Pendapatan
Target
penjualan cup cake per hari adalah 10 box. Dalam 1 box terdiri dari 6 pcs cup
cake seharga Rp. 5.000,-. Waktu berjualan Senin-Minggu. Dalam sebulan
menjual 400 box atau 2.400 pcs cup cakes.
Berikut rinciannya :
Pendapatan
Harian = Rp 5.000,- x 6 pcs x
10box = Rp 300.000,-
Pendapatan
Bulanan = Rp 300.000,- x 30 hari = Rp 9.000.000,-
5.5 Penetapan Harga
V = Vc / Q
Dimana
: V
= Penetapan Harga per pcs
VC = Variabel Cost ( Harga Variabel )
Q = Target Penjualan
Harga
per pcs = Rp.
2.120.000,- : 2400
= Rp
883,333 ≈ Rp 900,-
Laba
per pcs = P - V
= Rp
5.000,- - Rp 900,- = Rp 4.100,-
* P = Harga jual per pcs
5.6 Analisis Titik
Impas (Break Event Point)
BEP
(x) =
FC : (p - v) ; BEP (Rp)
= FC : (1-(v-p))
Dimana
: BEP (x) = Break Event Point Unit
BEP (Rp) = Break Event Point Price
FC = Fix Cost ( Harga Tetap )
P = Harga Jual per unit
V = Biaya Variabel per unit /
harga yang ditetapkan
BEP
(Q) = Rp 8.000.000,- : (Rp 5.000,- - Rp
900,-) = 1951,2195 = 1.952 unit
BEP
(P) = Rp 8.000.000,- : (1 - (Rp 900,- :
Rp 5.000,-) = Rp 9.756.097,561
BAB VI
PRNUTUP
6.1 Antisipasi Masa
Depan
Sebuah
inovasi yang hebat tidak pernah lepas dari ide sederhana yang kreatif. Walaupun
cup cake sport tersebut terkesan sederhana, namun jika dipadukan dengan pola
pikir yang kreatif dan inovatif, maka tidaklah mustahil jika rangkaian ini bisa
menjadi sebuah solusi besar yang sangat membantu kita dalam melakukan usaha
berbisnis kue dengan keuntungan yang besar.
Sebagai
wirausahawan yang baik, saya tidak akan membiarkan usaha ini berjalan secara
mendatar. Saya akan terus mencoba memperbaiki kualitas pekerjaan saya, agar
para peminat atau konsumen puas atas pelayanan dan citarasa roti yang saya
buat. Karena apabila kualitas roti saya tidak saya tingkatkan kemungkinan besar
usaha ini tidak akan maju dan terancam bangkrut.
6.2 Kesimpulan
Menurut
saya usaha ini akan dapat berkembang dan mencapai keberhasilan. Saya sangat
yakin bahwa usaha ini akan maju dan terus berkembang karena dilakukan oleh
orang–orang yang terus memadukan kemampuan dan pola pikir yang kreatif serta
inovatif, juga mempunyai kualitas dalam
menjalankan setiap pekerjaan. Saya sadar bahwa usaha ini tak akan langsung
berkembang pesat. Namun bertahap saya akan terus berjuang untuk terus
menjalankan dan mengembangkan usaha ini.
0 komentar:
Posting Komentar
Berikan tanggapanmu :)