Ku ingin kau slalu untukku slamanya meski kini ku sadar kau bukanlah milikku. Sampai nanti sampai mati ku tahu kisah kita takkan pernah abadi.
Ku lukis lagi cerita di masa itu di saat cintaku ini masih menyatu denganmu. Di dalam bayang-bayang ku merindukan dirimu. Di tiap langkah sepi slalu ada hadir indahmu. Ada memory yang masih tersisa, ada cinta yang masih terluka, ada kisah yang masih tersiksa di dalam jiwa, membelenggu putihnya jiwa di dalam dunia fana, menorehkan sedikit kisah yang biru antara duka dan lara, antara sedih dan tawa. Kita jalani bersama tanpa ada rasa lara. Ku ingin mengukir tapi waktu tak tersisa kembali. Terbentur rasa dan asa yang beda di saat ini.
Dan kini ku mengerti arti kita berdua. Dentuman gitar ini takkan membuatmu kembali. Hanya namamu kasih yang slalu ada di hati. Jangan kau sesali lagi kini semua sudah terjadi. Dan ku yakin kau tak ada lagi di sisi, ketika senyumanmu takkan pernah ku lihat lagi. Lupakan semua dendam dalam benci yang terpendam. Kan ku simapn dalam lubuk hati yang paling da;am. Malam pun smakin larut, aku smakin terpuruk. Menulis kisah tangis meski perih, tak takut hadapi kenyataan bahwa kau tak ada. Ratapi cobaan yang buatku semakin terluka.
Kau tak akan pernah mengerti mengapa semua begini. Saat kisah telah terbakar dalam mimpi, hanya harapan semu yang tersisa di sini. Beribu puisi kini telah menjadi saksi kisah cinta antara cinta kita berdua seperti perjalanan mentari dari pagi sampai senja, seperti burung merpati yang terbang bebas di angkasa. Ku takkan pernah melepasmu di sepanjang masa. Persetan dengan semua yang telah kulakukan karna kau takkan pernah tergantikan dan terlupakan. Jika kelak kita bisa bertemu, meski ku tak akan pernah bisa lagi mengaharap dirimu di pelukku.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar
Berikan tanggapanmu :)